100 Anakan Bambu akan Ditanam di DAS Rawan Longsor di Kelurahan Manutapen

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Sebanyak 100 anakan bambu hasil stek disiapkan untuk ditanam di sejumlah titik rawan longsor di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak,Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Penanaman ini merupakan bagian dari upaya konservasi lingkungan sekaligus mitigasi bencana tanah longsor.

Plt. Lurah Manutapen, Reny Djara Rata mengatakan anakan bambu yang dipersiapkan melalui metode stek tersebut akan ditanam di wilayah DAS yang memiliki tingkat kerawanan longsor cukup tinggi.

Bacaan Lainnya

Proses stek ini melibatkan mahasiswa/i dari beberapa kampus yang kebetulan sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata ( KKN) di kelurahan Manutapen yakni dari kampus Universittas Persatuan Guru ( UPG) 1945 NTT dan Kampus Institut Agama Kriaten Negeri ( IAKN) Kupang.

” Tanaman bambu dipilih karena memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga mampu mengikat tanah, mengurangi risiko erosi, serta membantu menjaga kestabilan tebing di sepanjang aliran sungai, Rencananya, penanaman akan difokuskan di beberapa titik yang dinilai rawan longsor, yakni di RT 15, RT 16, RT 18, dan RT 3 Kelurahan Manutapen,” ujar Plt. Lurah, Rabu (22/7/2026).

Rencananya 100 anakan bambu ini akan ditanam pada bulan September 2026 mendatang dengan melibatkan warga masyarakat. melalui kegiatan ini diharapkan kawasan DAS di Kelurahan Manutapen dapat menjadi lebih hijau dan mampu mengurangi potensi bencana longsor, terutama saat musim hujan. Selain itu, penanaman bambu juga menjadi langkah jangka panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan dan fungsi daerah resapan air.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *