Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo lewat Asisten 3 Administrasi Umum Setda Kota Kupang, Yanuar Dally mengatakan festival budaya bukan sekedar mengangkat dan menikmati budaya sebagai seni, tapi juga menjadi perekat persatuan ditengah keberagaman suku bangsa dan budaya.
Selain itu juga, ada tradisi sebagai bagian dari budaya dari setiap suku yang mengandung nilai-nilai positif sebagai jati diri bangsa seperti gotong royong, saling menghormati yang dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan mempererat persatuan.
” Festival budaya bukan sekedar mengangkat dan menikmati budaya sebagai seni, tapi juga menjadi perekat persatuan ditengah keberagaman suku bangsa dan budaya, menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan,” ujar Yanuar.
Sementara itu Lurah Manutapen, Reny Djaya Rata mengatakan untuk festival budaya kelurahan Manutapen tahun 2026 ini mengangkat tema etnis suku Timor namun kegiatan ini juga mendapat dukungan dari suku lain seperti Sabu, Rote dan Sumba yang saling berkolaborasi mensukseskan acara ini.
Selain itu festival budaya ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni dan budaya serta UMKM sehingga selain menikmati kekayaan budaya, warga dapat berbelanja kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng dan sebagainya.
Kegiatan yang akan berlangsung tiga hari sejak 27-29 Agustus 2026 ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor seperti PT. Gabriel Bangun Jaya, Bulog, kopi Tugu buaya, IM3, Dealer Honda dan Bank NTT. Tak hanya itu, warga bisa membayar iuran BPJS, bahkan PBB dan lain-lain.
” Saya himbau mari semua warga Manutapen datang dan nikmati festival budaya ini karena ini dari kita dan untuk kita, warga juga bisa berbelanja karena ada stand UMKM juga,” tutup Reny.
Rudy





