Kupang, KabarTerkiniNews.co.id — Pemerintah Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menangani persoalan sampah. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja bakti rutin serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Sampah Mutiara, Lanud El Tari dan Pertamina Patra Niaga.
Lurah Penfui, Fransisko S. Dugis, mengatakan penanganan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Berkaitan dengan penanganan sampah di Kelurahan Penfui, kami sudah tindak lanjuti dengan memanggil ketua RT, RW, Karang Taruna dan stakeholder terkait untuk berkolaborasi. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab orang per orang saja,” ujar Fransisko. Rabu (26/8/2026).
Ia menjelaskan, pihak kelurahan telah mendorong setiap RT untuk menentukan lokasi yang perlu dibersihkan dan melaksanakan kerja bakti bersama warga sedikitnya satu kali dalam sebulan.
Menurut Fransisko, kegiatan kebersihan tersebut melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah dasar hingga orang dewasa. Kelurahan Penfui juga telah melaksanakan sejumlah kegiatan kerja bakti, termasuk pembersihan di sepanjang jalan utama.
Selain itu, pihak Kelurahan Penfui juga berkoordinasi dengan Danlanud El Tari agar turut dilibatkan dalam kegiatan kebersihan dengan jadwal yang sama.
Dalam mendukung roadmap pengelolaan sampah Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Kelurahan Penfui menggandeng Bank Sampah Mutiara dan Pertamina Patra Niaga.
Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan membuka sejumlah titik kumpul sampah di wilayah kelurahan. Warga didorong untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.
“Sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau memiliki nilai ekonomis akan ditimbang, sementara sampah yang tidak terpakai dapat dibuang ke TPS yang tersedia di Kelurahan Penfui,” jelasnya.
Fransisko juga mengimbau RT maupun RW yang belum memiliki titik pemilahan sampah agar segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Dengan demikian, kelurahan dapat memfasilitasi kerja sama dengan Bank Sampah Mutiara.
Menurutnya, keberadaan bank sampah memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah layanan penjemputan sampah yang telah disepakati bersama dengan anggota bank sampah.
“Warga tidak perlu bingung membuang sampah ke mana. Bank Sampah Mutiara akan melakukan penjemputan sesuai dengan kesepakatan bersama anggota,” katanya.
Sampah yang dikumpulkan kemudian ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan atau pencatatan milik warga. Jumlah sampah yang disetorkan akan dicatat sehingga masyarakat dapat mengetahui hasil pengumpulan sampah sekaligus memperoleh keuntungan ekonomis dari sampah yang memiliki nilai jual.
Fransisko berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga terkait dapat terus diperkuat sehingga persoalan sampah di Kelurahan Penfui dapat ditangani secara bersama-sama.
Ia menegaskan, budaya menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan terkecil, terutama dari rumah tangga, dengan membiasakan masyarakat memilah sampah sebelum dibuang.
Rudy





