UPTD SDI Oeba 2 Dukung Program Wali Kota Kupang, Penanganan dan Pengelolaan Sampah 2

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id — Mendukung program Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. Christian Widodo dalam penanganan dan pengelolaan sampah, UPTD SD Inpres Oeba 2 Kupang berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKNdik) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) menghadirkan tempat sampah inovatif bernama T-WASH (Tiga Warna Sahabat Sekolah). Program tersebut dilaksanakan di halaman sekolah.

T-WASH merupakan tempat sampah tiga warna yang dibuat dari jerigen bekas. Wadah yang semula menjadi limbah rumah tangga itu dibersihkan, dipotong, lalu dicat dengan warna merah, kuning, dan hijau, kemudian diberi keterangan jenis sampah pada bagian depannya. Inovasi sederhana ini sekaligus menjadi contoh nyata bagi siswa bahwa barang bekas masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan benar.

Bacaan Lainnya

Melalui tiga warna tersebut, siswa dikenalkan pada cara membedakan jenis sampah sejak dini. Warna hijau untuk sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering, warna kuning untuk sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng, serta warna merah untuk sampah yang tidak dapat didaur ulang maupun berbahaya. Dengan pembagian yang mudah diingat itu, siswa diharapkan terbiasa membuang sampah sesuai tempat dan jenisnya, bukan sekadar tidak membuang sampah sembarangan.

Pola pemilahan tiga kategori ini sejalan dengan skema pengelolaan sampah yang dicanangkan Pemerintah Kota Kupang, yaitu pemilahan sampah dari sumbernya menjadi sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3), sebelum diangkut menuju tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Pemerintah Kota Kupang juga mendorong hadirnya bank sampah di setiap kecamatan serta menggencarkan gerakan kebersihan, termasuk melalui Lomba Kebersihan Tingkat Kota Kupang Tahun 2026. Sekolah dinilai menjadi titik awal yang strategis karena kebiasaan memilah sampah lebih mudah ditanamkan pada usia anak-anak.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNdik UMKoe tidak hanya menyerahkan tempat sampah, tetapi juga menggelar sosialisasi dan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Siswa dilibatkan langsung dalam proses menghias serta menempatkan T-WASH di titik-titik yang mudah dijangkau, sehingga mereka merasa memiliki fasilitas tersebut.

Mahasiswa menjelaskan bahwa sampah yang dihasilkan setiap hari perlu dikelola dengan baik agar tidak menumpuk dan menimbulkan lingkungan yang kotor serta tidak sehat. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut dan aktif bertanya saat sesi pengenalan jenis sampah berlangsung.

Pihak UPTD SD Inpres Oeba 2 menyambut baik kolaborasi tersebut. Kehadiran T-WASH dinilai membantu sekolah membangun budaya bersih yang berkelanjutan sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman. Kebersihan lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang proses belajar mengajar yang baik.

Mahasiswa KKNdik UMKoe berharap program ini tidak berhenti pada penyerahan tempat sampah semata, melainkan menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh warga sekolah. Lebih jauh, kebiasaan memilah sampah yang terbentuk di sekolah diharapkan turut dibawa siswa ke rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Dengan langkah kecil dari halaman sekolah tersebut, UPTD SD Inpres Oeba 2 bersama mahasiswa KKNdik Universitas Muhammadiyah Kupang menyatakan komitmennya untuk ikut menyukseskan program Wali Kota Kupang dalam mewujudkan Kota Kupang yang bersih dan bebas dari persoalan sampah.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *