UMY Dampingi Pengelola Wisata Budaya Wirokerten Hadapi Kecelakaan di lokasi Wisata

Bantul, KabarTerkiniNews.co.id — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pendampingan kepada pengelola wisata budaya di Kalurahan Wirokerten, Bantul, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini diikuti pengelola wisata budaya yang terlibat dalam pengembangan desa wisata di wilayah tersebut.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pengelola desa wisata dalam menghadapi kecelakaan di lokasi wisata , khususnya melalui peningkatan pemahaman terkait tata cara dan prosedur dasar saat menjumpai kecelakaan oleh wisatawan maupun masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Perwakilan dosen UMY sekaligus penanggungjawab materi pemberdayaan, Shanti Wardaningsih , Skep Ns M Kep Sp. Jiwa PhD, menyampaikan harapannya dengan kegiatan ini para pengelola desa wisata akan mampu memberikan kemanan dan kenyamanan baik bagi para masyarakat maupun pengunjung. Intinya, mampu mengeliminasi maupun meminimalisir resiko kecelakaan di lokasi wisata.

“desa wisata tentu di saat saat tertentu pasti akan banyak pengunjung dan dengan situasi banyak kolam kadang kadang kejadian kecelakaan itu tidak bis akita elakkan sehinggapengelola desa wisata ini memerlukan pelatihan atau kemampuan untuk pertolongan pertama sebelum nanti mendapatkan pertolongan lanjutan,” ujar Shanti kepada media.

Secara umum pelatihan P3K ini didampingi Dosen UMY, Novita Kurnia Sari Nrs M Kes bersama tim Kesehatan ( timkes ) UMY. Peserta mendapatkan materi Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan ( P3K ) untuk wisatawan dan masyarakat sekitar. Dalam kesempatan ini peserta mendapatkan teori dasar penanganan P3K terkait dengan potensi kecelakaan berupa korban tenggelam, terjatuh patah tulang, maupun luka ringan.

Untuk korban tenggelam peserta mendapatkan materi penenganan saat korban tidak sadarkan diri karena menelan air secara berlebih. Selain teori juga ditunjukkan praktik simulasi penanganannya secara langsung. Mulai dari cara memeriksa secara dini indicator vital denyut nadi dan pernafasan, cara mengeluarkan air dalam tubuh korban maupun prosedur standar pelaksanaan Resusitasi Jantung Paru ( RJP ).

Selain itu peserta juga diajarkan saat menjumpai kecelakaan dengan korban mengalami tulang retak maupun tulang patah yaitu cara pemasangan bindai yang benar.

Pengelola desa wisata menyambut baik dan mengapresiasi Langkah pendampingan dari UMY ini. Dengan pelatihan ini semakin menambah rasa pecaya diri para pengelola untuk selalu siap dengan segala kemungkinan buruk.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelola wisata budaya di Wirokerten dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan yang berkunjung. Diharapkan akan zero accident, tetapi kalaupun harus menjumpai accident para pengelola desa wisata dapat menanganinya secara baik dan benar.

Dhani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *