PEKALONGAN, Kabarterkini.co.id –
Suasana tenang di Dukuh Miren, Desa Pagumenganmas, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mendadak berubah mencekam, menyusul kemunculan seekor kerbau jantan yang mengamuk di area perkebunan warga, Minggu (5/4/2026).
Kerbau tersebut diketahui sebelumnya hilang selama dua hari setelah lepas saat akan dimandikan di aliran Sungai Kupang pada Kamis sore.
Dari dua ekor kerbau yang sempat kabur, satu berhasil ditemukan lebih dahulu. Sementara satu lainnya baru muncul kembali pada Sabtu sore dalam kondisi stres dan langsung berperilaku agresif.
Video : Kermit / Joko Suryono
Dalam video yang diterima redaksi, terlihat detik-detik menegangkan saat petugas kepolisian bersama warga berusaha mengejar dan menangkap kerbau tersebut. Dengan peralatan seadanya, mereka menggunakan tali untuk menjerat dan menggiring hewan itu agar tidak memasuki area permukiman.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit. Medan perkebunan yang rimbun dan tidak rata membuat pergerakan petugas terbatas, sementara kerbau terus berlari dan beberapa kali memberontak, sehingga meningkatkan risiko bagi warga dan petugas di lokasi.
Warga yang khawatir situasi semakin tidak terkendali segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangdadap. Petugas yang datang langsung berkoordinasi dengan warga untuk melakukan penanganan secara bersama-sama.
Setelah melalui upaya yang cukup panjang dan penuh ketegangan, kerbau akhirnya berhasil dijerat dan dikendalikan dalam kondisi selamat.
Kepala Desa Pagumenganmas, Istadi, menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia juga mengapresiasi kesigapan warga yang turut membantu proses evakuasi.
Sementara itu, Kapolsek Karangdadap, AKP Sumianto, mengimbau para peternak agar lebih berhati-hati dalam mengawasi dan menangani hewan ternak, terutama saat berada di area terbuka.
“Penanganan hewan ternak harus dilakukan dengan pengamanan yang cukup, agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Usai berhasil diamankan, kerbau tersebut langsung dikembalikan kepada pemiliknya yang merupakan warga Kedungwuni.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hewan ternak yang berada dalam kondisi stres dapat berubah agresif dan berpotensi membahayakan, sehingga diperlukan kewaspadaan dan penanganan yang tepat.
Kermit/Joko Suryono







