JULIYATMONO: GOLKAR TIDAK MENGENAL OPOSISI, KADER HARUS BERKORBAN UNTUK KEPENTINGAN BANGSA

Foto : Drs. Juliatmono MM, Dewan Pembina DPD Partai Golkar Karanganyar . Istimewa

KARANGANYAR, kabarterkininews.co.id – Momentum Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Dewan Pembina DPD Partai Golkar Karanganyar, Juliyatmono, untuk menegaskan kembali jati diri Partai Golkar sebagai partai karya dan partai pembangunan yang tidak mengenal posisi oposisi dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Juliyatmono saat menghadiri pengajian dan penyembelihan hewan kurban yang digelar DPD Partai Golkar Karanganyar. Menurut anggota Komisi X DPR RI itu, nilai utama Idul Adha adalah keikhlasan berkorban demi kepentingan yang lebih besar, sebuah nilai yang sejalan dengan doktrin kekaryaan Partai Golkar.

Mantan Bupati Karanganyar dua periode tersebut menegaskan, sejak awal Golkar dibangun sebagai kekuatan yang berorientasi pada karya dan pembangunan, sehingga tidak mengenal konsep oposisi sebagaimana lazim dipahami dalam politik praktis.

“Doktrin kekaryaan Golkar sangat jelas. Golkar tidak mengenal oposisi. Golkar selalu menempatkan diri sebagai bagian dari pemerintah untuk memastikan pembangunan berjalan dan masyarakat mendapatkan manfaat sebesar-besarnya,” tegas Juliyatmono.

Menurutnya, posisi tersebut berlaku baik di tingkat nasional maupun daerah. Karena itu, meskipun dalam Pilkada Karanganyar 2024 Golkar belum berhasil memenangkan kontestasi politik, partai berlambang pohon beringin tetap berkomitmen mendukung pemerintahan yang sah dan turut mengawal pembangunan daerah.

“Kontestasi politik sudah selesai. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana seluruh elemen bangsa bersama-sama membangun daerah. Golkar akan tetap menjadi bagian dari solusi dan mendukung program-program yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Juliyatmono menilai semangat Idul Adha harus menjadi pengingat bagi seluruh kader Golkar untuk mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi teladan bahwa pengabdian membutuhkan keikhlasan dan kesediaan menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan diri sendiri.

Ia meminta seluruh kader Golkar untuk terus memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara melalui karya nyata di tengah masyarakat.

“Makna kurban bukan hanya menyembelih hewan. Yang lebih penting adalah kesediaan mengorbankan ego, kepentingan pribadi, dan ambisi kelompok demi kepentingan bangsa dan negara. Kader Golkar harus hadir dengan karya, pengabdian, dan kontribusi nyata untuk masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, DPD Partai Golkar Karanganyar juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai gotong royong dan semangat berbagi.

Juliyatmono berharap momentum Idul Adha menjadi penguat semangat kader untuk terus menjaga soliditas organisasi serta mengabdikan diri bagi masyarakat tanpa terjebak pada sekat-sekat politik pasca pemilu maupun pilkada.

“Golkar lahir untuk berkarya. Karena itu, pengabdian kepada rakyat harus terus dilakukan dalam kondisi apa pun. Semangat Idul Adha mengajarkan bahwa semakin besar pengorbanan yang diberikan, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.( Her/KTN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *