KPK Periksa Sejumlah Pejabat di Pekalongan, Total 35 Saksi Diperiksa dalam Tiga Hari

Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq. Pada hari ketiga pemeriksaan, Jumat (19/6/2026), sejumlah pejabat dan aparatur sipil negara diperiksa di Mapolres Pekalongan Kota.

Pantauan di lokasi, para saksi mulai berdatangan sejak pagi hari. Salah satu yang hadir adalah Direktur RSUD Kajen, dr. Imam Prasetyo.

Bacaan Lainnya

Imam menyebut dirinya mendapat sekitar lima hingga enam pertanyaan dengan durasi pemeriksaan kurang lebih 30 menit. Namun, ia enggan membeberkan materi pemeriksaan.

“Untuk materi pemeriksaan, saya tidak bisa menyampaikan. Itu kewenangan penyidik, silakan ditanyakan langsung ke penyidiknya,” ujar Imam kepada awak media.

Ia mengaku menerima surat panggilan dari KPK pada Senin (15/6/2026). Hingga kini, dirinya telah empat kali diperiksa untuk dimintai keterangan.

“Ini sudah empat kali. Mohon doanya agar semuanya berjalan lancar,” tambahnya. Selain itu, Yusril, mantan karyawan Big Boss Resto, juga memenuhi panggilan pemeriksaan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya ditanya seputar operasional restoran yang diketahui milik Fadia Arafiq.

“Pemeriksaan tadi sekitar satu jam. Katanya nanti masih ada pemeriksaan lanjutan,” ujarnya. Yusril juga mengaku baru mengetahui namanya tercatut sebagai tenaga outsourcing tanpa sepengetahuannya. “Saya tidak tahu, baru tahu sekarang. Kalau gaji dari resto sekitar Rp2,5 juta,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar, turut hadir memenuhi panggilan. Namun, ia enggan memberikan keterangan kepada awak media dan memilih meninggalkan lokasi.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, menyampaikan bahwa hari tersebut merupakan hari terakhir pemeriksaan saksi oleh KPK di wilayahnya.

“Menurut keterangan, Jumlah saksi yang diperiksa hari ini ada tujuh orang. Sebelumnya, pada Rabu ada 14 saksi, Kamis 14 saksi, dan hari ini 7 orang. Kami hanya menyediakan fasilitas untuk kegiatan pemeriksaan tambahan,” jelasnya.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *