Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memanfaatkan euforia Piala Dunia 2026 sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di boulevard kawasan Alun-Alun Kajen, Minggu (21/6/2026) dini hari, ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan pertandingan antara Belanda dan Swedia.
Kegiatan yang dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta masyarakat tersebut berlangsung meriah. Pertandingan berakhir dengan kemenangan telak Belanda atas Swedia dengan skor 5-1.
Di tengah antusiasme warga, Sukirman menegaskan bahwa penyelenggaraan nobar bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi untuk menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jadi ini sebenarnya melaksanakan instruksinya Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo Subianto. Kita harus menggelar nonton bareng Piala Dunia untuk menumbuhkembangkan UKM-UKM di sekitar kita,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, Alun-Alun Kajen dipilih sebagai lokasi perdana karena menjadi pusat aktivitas dan keramaian masyarakat. Pemkab Pekalongan juga berencana menggelar kegiatan serupa pada pertandingan-pertandingan berikutnya yang dinilai berpotensi menarik banyak penonton. “Ini permulaan. Ke depan pasti kita akan gelar lagi,” katanya.
Sukirman optimistis kegiatan nobar mampu memberikan efek ekonomi langsung bagi para pelaku usaha mikro, pedagang kaki lima, dan UMKM. Ramainya warga yang datang menyaksikan pertandingan diperkirakan akan meningkatkan transaksi perdagangan di sekitar lokasi acara.
Menurutnya, kehadiran para penggemar sepak bola, khususnya kalangan muda, akan menciptakan suasana yang lebih hidup sekaligus membuka peluang usaha bagi para pedagang yang berjualan di area nobar.
“Anak-anak muda, para penggemar sepak bola, tentu akan semakin semarak. Dan pasti para pedagang kaki lima akan berdatangan menuju titik lokasi kita adakan nobar ini,” ungkapnya.
Terkait agenda nobar selanjutnya, Pemkab Pekalongan akan menyesuaikan jadwal dengan waktu pertandingan yang paling memungkinkan dihadiri masyarakat. Pertandingan pada malam hari maupun saat akhir pekan menjadi prioritas karena dinilai lebih mudah menjangkau penonton dalam jumlah besar.
Selain membahas dampak ekonomi, Sukirman juga mengingatkan pentingnya mematuhi ketentuan hak siar bagi pihak yang ingin menggelar nobar secara komersial. Menurutnya, pelaku usaha seperti kafe atau tempat usaha lainnya harus memperoleh izin dari pemegang hak siar resmi.
Sementara untuk kegiatan nobar yang bersifat nonkomersial dan dilaksanakan oleh masyarakat, pemerintah menilai tidak menjadi persoalan selama tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Dengan tingginya antusiasme warga pada penyelenggaraan perdana ini, Pemkab Pekalongan berharap nobar Piala Dunia dapat menjadi agenda yang tidak hanya mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi kerakyatan di Kabupaten Pekalongan.
KabarTerkiniNews.co.id








