Gen Z Berjo Sulap Limbah Kulit Pisang Jadi Cookies Premium, Berdayakan Warga Desa

Foto : Siapa sangka kulit pisang yang biasanya berakhir di tempat sampah kini berubah menjadi cookies premium yang renyah dan bergizi. Istimewa

 

KARANGANYAR Kabarterkininews.co.id– Inovasi pengolahan limbah terus bermunculan di berbagai daerah. Salah satunya hadir dari Desa Wisata Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Di tangan seorang generasi muda, kulit pisang yang selama ini hanya dianggap sebagai sampah berhasil diolah menjadi cookies premium yang renyah, bergizi, dan memiliki nilai ekonomi.

Inovasi tersebut digagas oleh Alex D. Santosa, seorang mahasiswa program magister yang juga aktif mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui UMKM. Bersama ibu-ibu dan pelaku UMKM Desa Berjo, Alex menginisiasi Kupis Kukis, produk cookies berbahan dasar tepung kulit pisang sebagai bentuk pemanfaatan limbah organik menjadi produk pangan bernilai tambah.

“Berangkat dari banyaknya limbah kulit pisang yang dihasilkan setiap hari, kami berpikir bagaimana limbah tersebut bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi sekaligus bermanfaat bagi lingkungan,” ujar Alex.

Proses pembuatannya diawali dengan memisahkan kulit pisang dari buahnya. Kulit pisang kemudian dibersihkan dan dijemur hingga benar-benar kering. Setelah itu, kulit pisang dihaluskan menggunakan blender hingga menjadi tepung halus, lalu diayak agar menghasilkan tekstur yang lembut.

Tepung kulit pisang tersebut selanjutnya dicampur dengan tepung terigu, mentega, gula, telur, dan bahan-bahan pilihan lainnya. Adonan kemudian diolah menggunakan mixer hingga tercampur merata, dibentuk, diberi topping kacang, lalu dipanggang di dalam oven hingga menghasilkan cookies dengan cita rasa khas dan tekstur renyah.

Menurut Alex, inovasi ini tidak hanya bertujuan menghadirkan produk pangan baru, tetapi juga menjadi solusi dalam mengurangi limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Selain ramah lingkungan, produksi Kupis Kukis juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Sejumlah ibu rumah tangga di Desa Berjo kini terlibat dalam proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan produk.

Desa Berjo sendiri dikenal sebagai salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Karanganyar yang berada di lereng Gunung Lawu. Selain memiliki berbagai destinasi wisata alam dan budaya, desa ini juga terus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Alex berharap Kupis Kukis dapat berkembang menjadi oleh-oleh khas Desa Wisata Berjo sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memanfaatkan potensi yang ada di daerahnya.

“Harapan kami, produk ini tidak hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga karena membawa pesan bahwa limbah bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai. Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus menciptakan peluang usaha dari potensi lokal,” tuturnya.

Melalui Kupis Kukis, Desa Wisata Berjo kembali menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari teknologi yang rumit. Dengan kreativitas, kolaborasi, dan semangat pemberdayaan masyarakat, limbah kulit pisang yang sebelumnya tidak bernilai kini berubah menjadi produk unggulan yang berpotensi memperkuat ekonomi desa sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. ( Her/KTN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *