Atambua, KabarTerkiniNews.co.id – Festival Fulan Fehan IV yang mengusung tema “Dance for Friendship” berlangsung meriah di Kawasan Wisata Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu.
Festival budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Belu ini dinilai telah berkembang menjadi ajang bertaraf internasional karena menghadirkan tamu-tamu penting dari dalam maupun luar negeri.
Acara puncak dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri, perwakilan Menteri Kebudayaan Timor Leste, Wali Kota Darwin Peter Styles, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, sejumlah bupati dan wakil bupati di NTT, serta para pejabat dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Umum KADIN NTT, Dr. Cand. Bobby Lianto, M.M., MBA, bersama rombongan KADIN NTT turut menghadiri seluruh rangkaian kegiatan festival. Turut mendampingi antara lain Wakil Ketua Umum KADIN NTT Bidang Pariwisata, Abed Frans.
Rangkaian Festival Fulan Fehan telah dimulai sejak Kamis, 25 Juni 2026, melalui kegiatan Ukun Naran Bunaq di Kampung Adat Duarato, Kecamatan Lamaknen. Selanjutnya, pada Jumat, 26 Juni 2026, digelar Parade Tenun dan Fashion Show di Pelataran Plaza Pelayanan Publik Atambua, sebelum mencapai puncaknya di dataran tinggi Fulan Fehan yang sejuk dan memukau.
Menurut Bobby Lianto, Festival Fulan Fehan bukan lagi sekadar agenda budaya berskala lokal, melainkan telah menjadi sebuah pertunjukan kelas internasional yang layak dipromosikan ke dunia.
“Pagelaran ini sangat luar biasa. Biasanya pertunjukan orkestra dan tari dilaksanakan di dalam gedung, tetapi di Fulan Fehan semuanya dipentaskan di alam terbuka, di tengah hamparan padang rumput yang indah. Keunikan inilah yang menjadi daya tarik luar biasa bagi pariwisata,” ujar Bobby, Rabu (1/7/2026).
Ia menilai potensi wisata Belu sangat besar dan memiliki nilai jual tinggi karena menggabungkan keindahan alam, budaya, serta kearifan lokal dalam satu pertunjukan yang spektakuler.
Kehadiran Wali Kota Darwin, lanjut Bobby, menjadi peluang besar untuk memperkuat kerja sama antara NTT dan Australia, khususnya di sektor pariwisata. Salah satu gagasan yang didorong adalah mendatangkan kapal pesiar ke NTT sehingga mampu membawa ribuan wisatawan mancanegara.
“Festival Fulan Fehan harus menjadi kalender pariwisata tetap yang dipromosikan secara luas sehingga wisatawan domestik maupun mancanegara dapat menjadwalkan kunjungannya setiap tahun,” katanya.
Bobby juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Belu di bawah kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay beserta seluruh masyarakat yang telah sukses menyelenggarakan festival dengan sangat baik.
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana para tamu, termasuk Wali Kota Darwin dan tamu dari luar negeri lainnya, begitu terpukau dengan pertunjukan budaya yang diselenggarakan di alam terbuka. Ini merupakan aset pariwisata yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bobby mengatakan bahwa hubungan kerja sama dengan Kota Darwin akan terus ditindaklanjuti. Pada 9–11 Juli 2026, ia bersama sejumlah pihak dijadwalkan menghadiri Darwin Fusion di Kota Darwin sebagai bagian dari penguatan kerja sama, termasuk mendukung program Friendship City antara Australia dan Kota Kupang.
Dalam agenda tersebut juga dijadwalkan hadir Bupati Belu, Bupati Malaka, Bupati TTU, serta jajaran KADIN dari berbagai daerah untuk memperkuat jejaring kerja sama ekonomi, investasi, dan pariwisata lintas negara.
Bobby berharap Festival Fulan Fehan terus berkembang sebagai ikon pariwisata NTT yang mampu mengangkat budaya Timor ke panggung dunia sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Rudy








