Sragen Jadi Percontohan Nasional, Gedung Permanen Sekolah Rakyat Rampung 100 Persen

 

SRAGEN – Kabarterkininews.co.id,

Kabupaten Sragen menjadi salah satu daerah pertama di Indonesia yang siap menjalankan pembelajaran Sekolah Rakyat di gedung permanen. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Sragen telah mencapai 100 persen, sehingga menjadi contoh percepatan pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Selasa (14/7/2026).
Dalam kunjungan itu, Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain berdialog dengan para siswa baru dan orang tua, rombongan juga meninjau langsung kesiapan gedung permanen yang akan menjadi pusat kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat di Kabupaten Sragen.
Menurut Gus Ipul, pemerintah saat ini tengah melakukan transisi pembelajaran Sekolah Rakyat dari gedung sementara menuju gedung permanen di berbagai daerah. Hingga kini, sebanyak 93 titik Sekolah Rakyat telah memasuki tahap pembangunan dengan progres yang bervariasi.
“Ada yang 70 persen, ada yang 80 persen, ada yang 90 persen, dan ada yang sudah 100 persen seperti di Kabupaten Sragen ini,” ujar Gus Ipul kepada wartawan.
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya proses pembelajaran Sekolah Rakyat masih dilaksanakan di gedung sementara yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Saat itu, sekitar 14.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mengikuti kegiatan belajar mengajar di 166 titik Sekolah Rakyat.
Memasuki tahun ini, pemerintah mulai mengalihkan aktivitas pembelajaran ke gedung permanen yang dibangun secara bertahap. Keberadaan fasilitas baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memberikan lingkungan belajar yang lebih layak bagi peserta didik.
Meski sebagian besar pembangunan berjalan sesuai target, Gus Ipul mengungkapkan masih terdapat 11 titik Sekolah Rakyat yang harus menjalani proses lelang ulang pembangunan gedung permanen. Proses tersebut dilakukan karena adanya sejumlah penyesuaian teknis yang sebelumnya belum diperhitungkan.
“Kami memastikan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat tetap berjalan. Untuk yang harus lelang ulang, prosesnya segera diselesaikan agar target pembangunan tetap tercapai,” katanya.
Selain menyelesaikan pembangunan yang sedang berlangsung, pemerintah juga menargetkan pembangunan tambahan 100 gedung permanen Sekolah Rakyat hingga akhir tahun 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Saat ini sebanyak 19 Sekolah Rakyat telah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sementara sekolah lainnya dijadwalkan memulai kegiatan secara bertahap mulai akhir Juli hingga September 2026.
Dengan rampungnya gedung permanen di Sragen, pemerintah berharap daerah ini dapat menjadi model pelaksanaan Sekolah Rakyat bagi wilayah lain di Indonesia, sekaligus mempercepat pemerataan akses pendidikan yang berkualitas melalui penyediaan sarana belajar yang representatif. ( Py/KTN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *