Infrastruktur Vital Pulih 100 Persen Pascagempa Flores

Labuan Bajo, KabarTerkiniNews.co.id – Memasuki hari ketujuh pascagempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), upaya penanganan darurat terus dipacu sebagai prioritas utama. Delapan langkah strategis telah diambil sejak fase awal tanggap darurat, berfokus pada pemulihan infrastruktur vital, distribusi logistik, dan layanan medis bagi warga terdampak.

Hingga Jumat (21/8), perbaikan infrastruktur menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Kondisi kelistrikan di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat telah mencapai 100 persen pulih. UP3 Flores Bagian Timur melayani distribusi listrik di Kabupaten Sikka dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Sedangkan UP3 Flores Bagian Barat, unit ini melayani enam kabupaten di daratan Flores bagian barat, seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo dan Ende. Sebanyak 11 trafo gardu induk, 59 penyulang, dan 3.478 gardu distribusi telah menyala kembali. Di sektor telekomunikasi, layanan komunikasi relatif normal dengan 735 site provider berhasil difungsikan kembali, sementara perbaikan fiber optic submarine ruas Ende–Tente terus berlangsung.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga merespons cepat kerusakan pascagempa. Seluruh 9 ruas jalan nasional yang terdampak—termasuk 64 titik longsoran dan 5 titik patahan—kini seluruhnya telah fungsional. Akses utama yang menghubungkan Ende dan Nagekeo yang sempat terputus juga sudah kembali berfungsi sehingga memperlancar jalur logistik.

Untuk kebutuhan air bersih, Kementerian PU telah mengerahkan ekskavator dan drilling rig guna memperbaiki fasilitas Sumber Daya Air, serta menyalurkan air bersih ke Ende, Nagekeo, dan Sikka.

Pengerahan Bantuan Medis dan Logistik

Untuk memperkuat layanan kesehatan, Kapal Bantu Rumah Sakit milik TNI Angkatan Laut, KRI Suharso 990, saat ini telah bersandar di Pelabuhan Reo. Kapal ini mampu melaksanakan operasi besar dan memiliki kapasitas rawat inap untuk 75 pasien, yang disiapkan untuk menangani pasien rujukan dari pos pengungsian Lamba Lade.

Pemerintah juga mengaktifkan berbagai pos kesehatan di titik pengungsian, salah satunya di Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, yang melayani 90 hingga 120 pasien setiap harinya.

Dalam hal logistik, operasi distribusi terpusat dikelola oleh Pos Pendukung Logistik Nasional dari Halim Perdanakusuma menuju Bandara Labuan Bajo dan Maumere. Hari ini, total 65 ton logistik diterbangkan (20 ton ke Maumere, 45 ton ke Labuan Bajo). Sejak tanggal 15 hingga 21 Agustus

2026, akumulasi bantuan berupa pangan dan non-pangan (tenda, matras, selimut, genset) yang disalurkan telah mencapai 778 ton.

Update Dampak Korban dan Kerusakan

Hingga 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, tercatat 4.258 kali gempa susulan (magnitudo terbesar 6,2). Gempa ini mengakibatkan total 83 korban jiwa. Terdapat penambahan 8 jiwa akibat dampak tidak langsung di Kab. Manggarai (2), Kab. Manggarai Timur (2), Kab. Nagekeo (3), dan Kab. Ngada (1). Selain itu, 986 jiwa dilaporkan luka-luka dan lebih dari 110.785 jiwa masih mengungsi.

Kerusakan infrastruktur permukiman tercatat sebanyak 45.006 unit rumah, dengan rincian 17.175 Rusak Berat (RB), 9.818 Rusak Sedang (RS), dan 18.013 Rusak Ringan (RR). Pendataan terus diperbarui dengan verifikasi berbasis nama dan alamat (by name by address) oleh kepala daerah. Dampak kerusakan rumah terbesar di Kabupaten Manggarai Timur dengan rincian rusak berat 5.962 unit, rusak sedang 4.048 unit dan rusak ringan  5.323 unit.

Selain permukiman, sektor pendidikan turut terdampak signifikan. Data menunjukkan 1.378 sekolah, 177.678 siswa, dan 21.166 guru terdampak gempa, dengan 5.521 ruang kelas dilaporkan rusak. Sebanyak 923 sekolah meliburkan siswanya sementara, 171 sekolah menerapkan belajar jarak jauh, dan 35 sekolah melangsungkan aktivitas di ruang darurat.

BNPB mengapresiasi seluruh dukungan dari kementerian, lembaga, BUMN, dan donatur. Koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Pos Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Maumere dipastikan berjalan optimal, guna memastikan seluruh bantuan menjangkau titik-titik terakhir masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan dasbor resmi kebencanaan dalam memperbarui informasi maupun pendaftaran relawan, serta senantiasa bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi dari media sosial.

KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *