Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Bukan sekadar olahraga pagi. Peringatan HUT RI ke-81 di Desa Sucen berubah menjadi pesta rakyat yang menyatukan ratusan warga, mahasiswa KKN, dan anak-anak panti asuhan dalam rute 2 kilometer penuh tawa, seni Topeng Ireng, dan hadiah menarik.
Halaman Pendopo Desa Sucen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, mendadak riuh oleh sorak-sorai dan tawa ratusan warga pada Minggu pagi (23/8/2026).
Mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga belasan anak Panti Asuhan Muhammadiyah Randusari memadati garis start menandai perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 melalui Jalan Sehat Kolaborasi bersama mahasiswa KKN Universitas Proklamasi 45 (UP 45) Yogyakarta.
Kepala Desa Sucen, Husni Tamrin, secara resmi mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya kegiatan. Rute sejauh dua kilometer mengelilingi empat dusun—Randusari, Sucen Lor, Sucen Kidul, dan kembali ke pendopo—dipadati peserta yang berjalan santai sembari berinteraksi.
Kegiatan ini bukan hanya ajang menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga momentum emas mempererat silaturahmi antarwarga dalam suasana kekeluargaan yang langka.
Doorprize Meriah & Hiburan Rakyat yang Menghibur
Kemeriahan semakin terasa saat panitia menyiapkan beragam hadiah menarik untuk menambah semangat peserta. Puluhan peralatan rumah tangga siap dibagikan, dengan hadiah utama berupa satu unit mesin cuci yang menjadi incaran banyak warga.
Di area finish, panggung hiburan rakyat berhasil mencuri perhatian. Penampilan seni budaya Topeng Ireng oleh anak-anak Dusun Sucen Kidul, nyanyian ceria dari anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah Randusari, hingga kejutan penampilan vokal dari Bapak dan Ibu Kepala Desa sendiri, sukses memancing tepuk tangan dan antusiasme penonton.
Singgih Adi Setiawan, Ketua Panitia yang sekaligus mahasiswa KKN UP 45 Yogyakarta di desa ini menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara berlangsung semarak sukses dan lancar
“Jalan sehat ini bagian dari program KKN kami. Sejumlah program baik mandiri maupun kelompok telah kami laksanakan di desa Sucen ini. Hari ini sekaligus hari terakhir kami KKN .Kami ingin jalan sehat ini bukan hanya soal fisik, tapi juga kebahagiaan. Terima kasih atas dukungan masyarakat sehingga acara berjalan sukses,” kata Singgih di sela sela acara.
Sinergi Pemerintah Desa & Mahasiswa KKN. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara Pemerintah Desa Sucen dan mahasiswa KKN UP 45 Yogyakarta.
Kepala Desa Sucen, Muhammad Husni Tamrin, memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras semua pihak yang memastikan acara berlangsung tertib, lancar, dan semarak.
Menurut Tamrin, kegiatan ini memiliki makna ganda: memperingati kemerdekaan sekaligus menciptakan ruang interaksi sosial yang inklusif. Kehadiran anak-anak panti asuhan dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam kehidupan yang rukun, produktif, dan penuh gotong royong.
“Jalan sehat ini adalah rangkaian kegiatan Agustusan desa Sucen, ini simbol bahwa kemerdekaan itu hidup dalam kebersamaan. Ketika mahasiswa, pemerintah desa, warga, dan anak-anak panti asuhan bisa berbaur tanpa sekat, itulah wujud nyata Indonesia yang kita perjuangkan sejak 81 tahun lalu.” kata Tamrin.
Melalui kegiatan ini, Desa Sucen membuktikan bahwa peringatan hari besar nasional dapat dikemas secara kreatif, melibatkan semua elemen masyarakat, dan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pesertanya.
Semangat kemerdekaan pun terus tumbuh, bukan hanya dalam ingatan sejarah, tetapi dalam denyut nadi kehidupan sehari-hari warga yang sehat, rukun, dan saling mendukung.
Nurul Abadi







