Magelang, KabarTerkiniNews.co.id — Semangat kemerdekaan tidak hanya dikibarkan melalui bendera Merah Putih, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kreativitas, karya seni, dan pesan-pesan positif bagi masyarakat. Semangat itulah yang tergambar dalam Lomba Mural SMP Negeri 2 Magelang dalam rangka memperingati HUT ke-76 SMP Negeri 2 Magelang sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema “Semangat Perjuangan untuk Masa Depan Generasi Hebat”, lomba mural tersebut bukan sekadar ajang menuangkan kreativitas di atas dinding. Karya para peserta menjadi media edukasi sekaligus sarana menanamkan patriotisme, nasionalisme, cinta tanah air, dan semangat meneruskan perjuangan para pahlawan di era modern.
Lomba dilaksanakan satu hari, Sabtu, 15 Agustus 2026. Pembukaan berlangsung pukul 07.30 WIB, kemudian peserta mulai mengerjakan mural pada pukul 08.30 hingga 16.00 WIB. Setelah itu, karya dinilai oleh dewan juri, yakni Kaji Habib dan Kris. Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 16.45–17.30 WIB.
Antusiasme peserta cukup tinggi. Lomba dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori umum dan kategori pelajar SMP/MTs.
Untuk kategori umum tercatat 28 peserta, meski lima peserta berhalangan hadir karena bersamaan dengan kegiatan lain maupun agenda di daerah masing-masing. Sementara kategori pelajar SMP/MTs diikuti enam peserta, dengan satu peserta dari DIY tidak dapat hadir.
Peserta datang dari berbagai daerah, antara lain Sidoarjo, Solo, Yogyakarta, Semarang, Salatiga, Ungaran, Wonosobo, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang.
Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa mural dapat menjadi ruang perjumpaan lintas daerah sekaligus sarana mempererat silaturahmi melalui kreativitas. Dinding sekolah pun berubah menjadi ruang ekspresi yang menyampaikan gagasan tentang perjuangan, persatuan, nasionalisme, dan masa depan bangsa.
Dalam kategori umum, juara pertama diraih Mural Wonosobo dari Wonosobo, juara kedua Smart dari Kota Magelang, dan juara ketiga Tom & Ge Art dari Grabag. Sementara penghargaan Juara Favorit diraih Mas Mural dari Sidoarjo.
Adapun kategori pelajar SMP/MTs, juara pertama diraih Spenapan dari SMP Negeri 8 Magelang, juara kedua Aira Bora dari Ungaran, dan juara ketiga Art Spenada dari Kota Magelang.
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Windo Atmoko, S.Pt., M.Si., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang pada acara penutupan dan penyerahan hadiah, menegaskan bahwa mural memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar memperindah tembok.
Menurutnya, karya mural yang berada di ruang publik harus mampu menyampaikan pesan yang memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat.
«“Lukisan mural bukan sekadar menggambar tembok, tetapi ada pesan moral yang disampaikan di ruang publik,” pesannya.»
Windo berharap pesan moral yang dituangkan peserta melalui karya mural dapat benar-benar sampai kepada masyarakat, terutama generasi muda, sesuai tema yang diangkat, yakni semangat perjuangan untuk membangun masa depan generasi hebat.
Ia juga mengapresiasi SMP Negeri 2 Magelang yang telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan menyampaikan pesan kebangsaan melalui seni.
«“Selamat dan sukses untuk SMP Negeri 2 yang telah menyelenggarakan lomba ini. Semoga menginspirasi generasi muda untuk bersemangat melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.»
Kepala SMP Negeri 2 Magelang, Fatin Mahdalina, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, alumni, serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas antusias peserta yang datang dari berbagai daerah. Terima kasih juga kepada alumni dan semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan lomba berjalan lancar,” ungkapnya.
Fatin berharap keberadaan mural di ruang publik, khususnya pada tembok belakang sekolah yang berada di dekat Taman Badakan, tidak berhenti sebagai karya seni semata. Menurutnya, mural tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi yang dapat dinikmati sekaligus memberikan pesan positif kepada masyarakat luas.
“Harapan kami, lukisan mural yang berada di ruang publik ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat luas untuk meningkatkan patriotisme, cinta tanah air, serta menjadi salah satu langkah mengisi kemerdekaan dengan melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat,” paparnya.
Lebih jauh, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari kontribusi SMP Negeri 2 Magelang dalam mendukung pembangunan kota.
“Juga diharapkan ini menjadi kontribusi sekolah dalam berpartisipasi mewujudkan Magelang sebagai SMART City serta sebagai kota yang ASRI,” tambah Fatin.
Ketua panitia kegiatan, Endang Rusdiyanto, S.Pd., guru Seni Budaya SMP Negeri 2 Magelang, mengatakan lomba mural tersebut sekaligus menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan potensi seni, membangun kompetisi yang sehat dan sportif, serta menyampaikan nilai-nilai moral melalui karya.
Mural tersebut menjadi simbol bahwa perjuangan generasi muda pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, kini perjuangan dapat dilakukan melalui pendidikan, kreativitas, prestasi, inovasi, kepedulian sosial, dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dari sapuan kuas dan perpaduan warna, para peserta menghadirkan pesan bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan hal-hal positif. Dinding menjadi media, seni menjadi bahasa, sementara semangat perjuangan menjadi pesan utamanya.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-76 SMP Negeri 2 Magelang itu pun menjadi pengingat bahwa nasionalisme bukan sekadar slogan. Nasionalisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata: belajar dengan sungguh-sungguh, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, berprestasi, merawat lingkungan, serta menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi bangsa.
Dari dinding sekolah, semangat perjuangan itu kini menyapa masyarakat. Sebuah pesan sederhana namun kuat: kemerdekaan adalah warisan para pahlawan, sedangkan masa depan Indonesia adalah tanggung jawab generasi muda.
Melalui karya mural tersebut, SMP Negeri 2 Magelang berharap lahir generasi yang tidak hanya kreatif dan berprestasi, tetapi juga berkarakter, berintegritas, mencintai tanah air, serta memiliki keberanian untuk meneruskan perjuangan membangun Indonesia yang lebih baik.
Nurul Abadi







