Atap Ruang Kelas SDN Karanganyar 3 Roboh, Polisi Langsung Turun ke TKP

Sragen, KabarTerkiniNewsco.id – Atap ruang kelas 3 SDN Karanganyar 3, Dukuh Bulu RT 002/001, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, roboh pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Informasi mengenai robohnya bangunan sekolah diterima setelah Kepala SDN Karanganyar 3, Sri Sunarni, mendapat telepon dari warga setempat, Parinem, yang mengabarkan bahwa atap sekolah runtuh.

Bacaan Lainnya

Mendapat informasi tersebut, Sri Sunarni kemudian mendatangi dan mengecek kondisi bangunan.
Dari hasil pengecekan diketahui bagian atap ruang kelas 3 mengalami keruntuhan.

Bangunan yang terdampak merupakan salah satu fasilitas sekolah yang sejak Januari 2026 sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisinya dinilai membutuhkan perbaikan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polsek Sambungmacan bersama Pamapta Polres Sragen dan Tim Inafis Polres Sragen langsung bergerak ke lokasi.

Petugas melakukan pengecekan sekaligus olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kondisi bangunan serta mendokumentasikan bagian-bagian yang mengalami kerusakan.

Kapolsek Sambungmacan AKP Warseno, melaporkan bahwa berdasarkan keterangan Kepala SDN Karanganyar 3, bangunan tersebut dibangun sekitar tahun 2013. Kondisi bangunan yang mengalami kerusakan juga sebelumnya telah mendapat perhatian dari pihak sekolah.

Menariknya, jauh sebelum atap bangunan tersebut roboh, pihak sekolah pada 20 Juli 2026 telah mengusulkan rehabilitasi gedung sekolah melalui Anggaran Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026.

Bahkan, rehabilitasi bangunan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026). Namun, dua hari sebelum rencana pekerjaan dimulai, atap ruang kelas 3 justru lebih dahulu runtuh pada dini hari.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui jajaran Polsek Sambungmacan memastikan penanganan awal dilakukan dengan cepat melalui pengecekan lokasi dan olah TKP.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons kepolisian untuk memastikan situasi di lokasi tetap aman sekaligus memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi bangunan pascakejadian.

Polisi juga memastikan tidak ada kegiatan belajar mengajar di ruang yang mengalami kerusakan, sehingga peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun mengganggu aktivitas pembelajaran secara langsung.

Hingga laporan dibuat, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian material masih dalam pendataan.

Polisi mengimbau pihak sekolah maupun masyarakat agar tidak mendekati bagian bangunan yang mengalami kerusakan guna mengantisipasi kemungkinan runtuhan susulan, sembari menunggu proses penanganan dan rehabilitasi lebih lanjut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya memastikan keamanan fasilitas pendidikan, terutama bangunan yang telah mengalami penurunan kondisi. Kecepatan respons kepolisian dalam mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, serta berkoordinasi dengan pihak terkait menjadi bagian penting untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *