SMP Negeri 5 Kota Kupang Gandeng Bank Sampah, Hasil Penjualan Sampah Dukung Kegiatan OSIS

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id — UPTD SMP Negeri 5 Kota Kupang terus membangun kesadaran warga sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui imbauan rutin saat apel pagi hingga kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Kepala UPTD SMP Negeri 5 Kota Kupang, Bernadus Dhanga, mengatakan kebersihan menjadi perhatian bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab para siswa, tetapi juga guru dan seluruh pegawai di lingkungan sekolah.

Bacaan Lainnya

“Kalau di sekolah kita, di SMP Negeri 5 dan SMP Terbuka, biasanya setiap apel pagi kita selalu mengimbau kepada seluruh warga sekolah, tidak hanya murid, tetapi juga bapak ibu guru dan pegawai,” ujar Bernadus. Rabu (26/8/2026).

Ia menjelaskan, pihak sekolah secara khusus menyediakan waktu setiap Jumat untuk melakukan kegiatan kebersihan lingkungan sekolah.

“Terutama setiap hari Jumat, kita pakai setengah jam untuk bersih-bersih lingkungan sekolah,” katanya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, SMP Negeri 5 Kota Kupang juga telah menjalin kerja sama dengan bank sampah dalam pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomis.

Bernadus mengatakan, sampah seperti plastik dan kertas yang dihasilkan di lingkungan sekolah tidak langsung dibuang, tetapi dikumpulkan dan ditampung terlebih dahulu.

“Kita ada kerja sama dengan bank sampah. Jadi sampah-sampah plastik dan kertas itu sudah kita tampung. Kalau sudah banyak, kita kontak bank sampah,” jelasnya.

Setelah jumlah sampah yang terkumpul cukup banyak, pihak bank sampah akan datang ke sekolah untuk mengambil sekaligus melakukan penimbangan.

Sampah yang telah ditimbang kemudian menghasilkan nilai ekonomis. Uang dari hasil penjualan sampah tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

“Kalau sudah banyak, mereka datang ambil dan timbang. Uangnya untuk kebutuhan OSIS,” ungkap Bernadus.

Menurutnya, pengelolaan sampah melalui bank sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya memilah sampah sekaligus mengubah sampah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat ekonomi.

Pihak sekolah berharap kebiasaan menjaga kebersihan dan memilah sampah tersebut dapat terus diterapkan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *