Polisi bersama TNI Cek Empat Titik Hotspot di Kabupaten Sintang

Sintang, KabarTerkiniNews.co.id – Polsek Ketungau Tengah bersama TNI dan perangkat desa melakukan pengecekan atau ground check terhadap empat titik hotspot yang terpantau di wilayah Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kamis (27/8/2026).

Pengecekan dilakukan berdasarkan pantauan aplikasi Lancang Kuning dari satelit NASA-SNPP dengan tingkat kepercayaan medium. Empat titik tersebut berada di Desa Nanga Kelapan sebanyak tiga titik dan Desa Wana Bhakti sebanyak satu titik.

Bacaan Lainnya

Personel Polsek Ketungau Tengah yang dipimpin Aiptu D. Wahono, bersama Briptu Koni dan Bripda Reo Aprianto, didampingi satu personel Koramil serta perangkat desa, langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

Untuk mencapai lokasi, petugas membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit dari Mapolsek Ketungau Tengah dengan menggunakan kendaraan roda dua. Kondisi wilayah yang belum memiliki jaringan listrik maupun telekomunikasi juga menjadi tantangan dalam pelaksanaan pengecekan.

Hasil ground check menunjukkan bahwa lahan yang terbakar berupa semak belukar dengan jenis tanah mineral dan berada jauh dari konsentrasi pemukiman. Luasan lahan yang terdampak pada empat titik tersebut masing-masing sekitar 1 hektare, 1,2 hektare, 1 hektare dan 0,8 hektare, dengan total sekitar 4 hektare.

Saat petugas tiba di lokasi, seluruh titik api telah padam. Petugas kemudian melakukan pengecekan kondisi sekitar dan memastikan tidak terdapat indikasi api yang masih aktif maupun potensi kebakaran menjalar ke wilayah lainnya.

Selain melakukan verifikasi hotspot, personel juga berkoordinasi dengan perangkat desa serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Ketungau Tengah dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan Karhutla, sehingga setiap titik panas yang terpantau dapat segera ditindaklanjuti dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *