Labuan Bajo, KabarTerkiniNews.co.id — Akses darat yang terkendala geografis tak menyurutkan langkah tim gabungan untuk menyapa warga korban gempa di ujung utara Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). pagi, deru mesin armada laut memecah keheningan Dermaga Marina Waterfront Labuan Bajo, menandai dimulainya misi kemanusiaan menembus gelombang perairan Flores.
Jajaran Polres Manggarai Barat bersama Direktorat Polairud Polda NTT mengerahkan dua armada utama—Kapal Polisi (KP) PADAR dan KP 2006—guna mendistribusikan tonan bantuan logistik bagi korban gempa bumi di Desa Bari dan Kampung Londar, Desa Sarae Naru, Kecamatan Macang Pacar.
Misi diawali tepat pukul 10.15 WITA melalui apel kesiapan personel di Dermaga Marina Waterfront. Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, memimpin langsung pengecekan armada dan muatan sembako sebelum dilepas ke perairan.
AKBP Christian menegaskan, penjangkauan wilayah pesisir menjadi prioritas mendesak mengingat kendala aksesibilitas darat pascagempa dapat mengisolasi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Pendistribusian bantuan melalui jalur laut ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak, khususnya di wilayah pesisir Desa Bari dan Kampung Londar yang memiliki kendala aksesibilitas, mendapatkan bantuan logistik secara merata,” ujar AKBP Christian saat dikonfirmasi Senin (31/8/2026)
Tepat pukul 10.30 WITA, KP PADAR dan KP 2006 bertolak dari pelabuhan. Di atas kapal, sebanyak 7 personel Satpolairud Polres Manggarai Barat dan 14 personel KP PADAR bahu-membahu menjaga keselamatan tonan bantuan logistik selama lebih dari tiga jam melintasi lautan.
Sekitar pukul 13.50 WITA, kapal patroli tiba di titik lepas pantai Desa Bari dan Kampung Londar, Desa Sarae Naru. Namun, tantangan belum usai. Dangkalnya perairan pesisir dan ketiadaan dermaga yang memadai bagi kapal besar memaksa tim memutar otak agar pasokan bantuan dapat mendarat dengan aman.
Pukul 14.30 WITA, proses pembongkaran muatan dimulai secara bergotong-royong memindahkan logistik dari kapal utama ke perahu-perahu kayu milik nelayan setempat.
Di bawah pengawalan ketat anggota Polsek Macang Pacar dan Satpolairud, estafet perahu kayu membawa bahan makanan menepi menembus ombak menuju posko pengungsian di halaman Kantor Desa Bari.
“Karena akses darat menuju kedua desa tersebut cukup sulit, penyaluran bantuan dialihkan melalui jalur laut menggunakan kapal patroli. Khusus untuk Kampung Londar yang berada di pulau terpisah tanpa dermaga kapal besar, proses pemindahan bantuan dibantu oleh kapal nelayan warga di tengah laut,” ungkap AKBP Christian.
Ia menambahkan, keterlibatan perahu kayu warga tak sekadar masalah teknis, melainkan wujud solidaritas bersama di tengah masa sulit.
“Bantuan ini kami serahkan langsung kepada pihak pemerintah desa untuk selanjutnya dibagikan secara transparan, adil, dan merata kepada seluruh warga terdampak. Personel kami juga turut mengawal pengangkutan perahu hingga tiba di Posko Pengungsian Kantor Desa Bari,” lanjut Kapolres.
Dalam operasi ini, total 2,5 ton bantuan berhasil disalurkan. Logistik tersebut mencakup 2,2 ton beras, 100 dus mie instan, 627 lembar selimut hangat, 92 renteng susu balita, minyak goreng, minyak telon, minyak kayu putih, hingga perlengkapan sanitasi wanita dan bayi.
Khusus warga Kampung Londar yang bermukim di wilayah kepulauan, sebanyak 100 paket sembako, 10 dus mie instan, 260 selimut hangat, serta pasokan susu dan biskuit balita diangkut menggunakan dua unit perahu nelayan yang dikawal langsung oleh personel Polsek Macang Pacar.
Raut lega memancar dari wajah para pengungsi saat barang-barang bantuan diturunkan di posko. Kepala Desa Bari, Muhammad Takbir, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas kepedulian jajaran kepolisian yang cepat tanggap menembus kendala geografis.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Manggarai Barat, Tim Polairud, serta Polda NTT. Bantuan beras, selimut, dan kebutuhan balita ini sangat berarti bagi warga kami yang saat ini masih bertahan di posko pengungsian,” tutur Muhammad Takbir penuh haru saat menerima secara simbolis bantuan tersebut.
Sementara itu Dirpolairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution menegaskan bahwa pemantauan jalur distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil di Manggarai Barat akan terus dilakukan secara berkala hingga masa tanggap darurat resmi berakhir.
” Kita akan terus salurkan bantuan ke daerah yang sulit dijangkau via darat dengan kapal Ditpolairud, kita akan terus membantu masyarakat hingga tanggap darurat resmi berakhir,” ujar Kombes Irwan.
Rudy





