Bantul, KabarTerkiniNews.co.id – Kabarterkininews.co.id – Tersulut emosi lantaran dituduh mencuri HP, lima remaja di Bantul, Yogyakarta, aniaya korban secara brutal, hingga tewas. Diketahui, korban dan pelaku merupakan teman nongkrong, yang sebelum kejadian tengah melakukan pesta miras.
2 remaja yang masih berstatus sebagai pelajar asal Kasihan, dan Pandak, kabupaten Bantul, serta 1 orang pemuda asal Kota Yogyakarta, terpaksa digelandang jajaran satreskrim polres bantul.
Ketiganya, terbukti telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap Triyanto (40), warga Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, hingga menghilangkan nyawa.
Masing-masing terduga pelaku yakni berinisial DS (26), BG (21), dan APB (25). Sementara dua pelaku lainnya yakni D dan L, saat ini masih buron.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Subihan Afuan Ardhi menjelaskan awal kejadian terungkapnya kasus tersebut, usai polisi melakukan sejumlah penyelidikan, serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti, di lokasi kejadian perkara.
“Dari pengakuan kakak salah satu tersangka (APB), bahwa adiknya mengaku melakukan tindakan penganiayaan terhsdap korban TR, yang disampaikan melalui pesan singkap WhatsApp,” tutur Kasat Reskrim, saat memberi keterangan di lobi Polres Bantul, Senin (32/08/2026).
Dari petunjuk tersebut, polisi mengamankan terduga pelaku APB, disebuah warung angkringan, di wilayah Kasihan, dan akhirnya berkembang ke terduga pelaku lainnya.
“Saat ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya, dan keterangan lainnya mengarah ke pelaku lainnya, namun dua pelaku masih kita kejar,”ujarnya.
Pihaknya menambahkan, kejadian tersebut diketahui terjadi pada Minggu (23/08/2026) malam. Korban pertama kali ditemukan oleh warga, tergelaetak disebuah teras rumah salah satu terduga pelaku APB,di Guwosari, Pajangan, Bantul.
Polisi yang dating kelokasi kejadian, menemukan korban meninggal dengan penuh luka hampir disekujur tubuhnya.
“Sebelum ditingglkan dilokasi kejadian, korban ini mengalami penganiayaan berulang, di tiga lokasi berbeda, oleh kelima terduga pelaku baik menggunakan senjata tajam maupun tangan kosong,”tegas Kasat Reskrim.
Dari hasil olah kejadian perkara, penyebab meninggalnya korban, lantaran sabetan senjata tajam di bagian kepala dan punggung, serta sejumlah tusukan di leher.
“Untuk luka parah di bagian kepala dan punggung karena senjata tajam jenis celurit, dan tusukan di leher, sedangkan di gtubuh dan wajah luka memar karena dipukuli dengan tanagn ksoong,”jelasnya
Joko Pramono





