Belajar Batik dari Nol, Ibu-Ibu PKK dan Mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta Antusias Ikuti Pelatihan di Gores Arts Gallery

Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Gores Arts Gallery menjadi ruang belajar sekaligus pelestarian budaya pada hari pertama pelatihan batik tulis yang diikuti sekitar 22 anggota PKK Dusun Karangampel bersama mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta, Senin (6/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Master Batik Yustinus Agus Daryanto dari Salaman, Magelang, dengan pendampingan Edy Gores selaku pemilik Gores Arts Gallery.

Bacaan Lainnya

Sejak pelatihan dimulai, semangat para peserta begitu terasa. Mereka mengikuti setiap arahan instruktur dengan penuh perhatian, mulai dari pengenalan sejarah batik, alat dan bahan, hingga praktik membatik secara langsung. Suasana belajar berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan.

Pelatihan diawali dengan pembuatan sketsa motif di atas kain sesuai kreativitas dan imajinasi masing-masing peserta. Selanjutnya, peserta belajar menggunakan canting untuk mengaplikasikan malam sebagai pembatas warna pada motif. Tahapan ini menjadi fondasi utama dalam menghasilkan batik tulis yang rapi dan bernilai seni tinggi.

Memasuki proses pewarnaan, peserta diperkenalkan dengan teknik colet, yaitu teknik memberi warna pada kain menggunakan kuas secara manual. Melalui teknik ini, warna diaplikasikan pada setiap bidang motif secara teliti sehingga menghasilkan gradasi, perpaduan warna, dan karakter yang khas pada setiap karya.

Setelah proses pewarnaan selesai dan warna meresap sempurna, kain kemudian menjalani proses pelorotan menggunakan air panas untuk menghilangkan lapisan malam. Dari proses inilah motif batik muncul dengan warna-warna yang cerah dan indah.

Selama pelatihan, Yustinus Agus Daryanto mendampingi peserta yang dibagi dalam empat kelompok. Ia memberikan bimbingan secara langsung kepada setiap peserta agar mampu memahami setiap tahapan membatik dengan baik.

“Peserta harus memahami proses membatik sejak awal sebagai bekal untuk terus berkarya. Kami berharap keterampilan ini dapat terus dilestarikan oleh generasi muda maupun ibu-ibu PKK, sehingga batik sebagai warisan budaya Indonesia tetap hidup dan berkembang,” ujar Yustinus Agus Daryanto.

Ia menambahkan bahwa batik simbut merupakan salah satu cikal bakal perkembangan batik di Nusantara yang telah dikenal jauh sebelum teknik batik berkembang seperti saat ini. Karena itu, mempelajari sejarah batik menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan nilai budaya bangsa.

Meski sebagian besar peserta baru pertama kali mencoba membatik, mereka mampu mengikuti seluruh tahapan dengan baik berkat pendampingan yang sabar dan suasana belajar yang menyenangkan. Tawa, diskusi, dan semangat berkarya mewarnai pelatihan dari awal hingga akhir.

Hanya dalam waktu sekitar empat jam, seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian proses mulai dari membuat sketsa, mencanting, pewarnaan dengan teknik colet, hingga pelorotan. Hasilnya, lahir berbagai karya batik dengan motif dan perpaduan warna yang unik, mencerminkan karakter, kreativitas, dan imajinasi masing-masing peserta.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga menjadi upaya nyata menanamkan kecintaan terhadap batik sebagai identitas budaya bangsa.

Sinergi antara masyarakat, mahasiswa, dan seniman diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya bangga memakai batik, tetapi juga mampu menciptakan dan melestarikannya sebagai warisan budaya Indonesia.Judul alternatif:

1. Gores Arts Gallery Jadi Pusat Belajar Batik, Ibu PKK dan Mahasiswa KKN Antusias Kuasai Teknik Colet

2. Melestarikan Warisan Budaya, Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Batik Tulis di Gores Arts Gallery

3. Dari Sketsa hingga Pewarnaan Colet, Peserta Pelatihan Batik di Gores Arts Gallery Hasilkan Karya Perdana

4. Semangat Lestarikan Batik, PKK Karangampel dan Mahasiswa KKN Belajar Langsung dari Master Batik Magelang.

Nurul Abadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *