BPIP RI Lakukan Sosialisasi Ideologi Pancasila, Ribuan Warga Magelang Padati GOR Samapta 

Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Pemerintah Kota Magelang bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) menggelar Sosialisasi Ideologi Pancasila yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat di Kota Magelang, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan khidmat ini dihadiri peserta dari 17 kelurahan se-Kota Magelang, terdiri atas unsur pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, komunitas, relawan, jajaran Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pelajar SMP, SMA, SMK, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, hingga komunitas lintas agama seperti Persaudaraan Lintas Iman Magelang Raya, Pager Piring, para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemuda.

Bacaan Lainnya

Acara dibuka oleh Direktur Sosialisasi Ideologi Pancasila BPIP RI, Prof. Dr. Agus Muh. Najib, M.Ag., yang menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Penanaman nilai-nilai Pancasila harus terus-menerus dilakukan untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, menuju cita-cita bersama, yaitu terwujudnya kehidupan yang adil dan makmur berkeadilan,” ujarnya.

Walikota Magelang yang diwakili Asisten II C,hrisatrya Yonas Nusantrawan Bolla, S.T, menyampaikan terima kasih kepada BPIP RI yang telah menggandeng Pemerintah Kota Magelang untuk melaksanakan kegiatan Sosialisasi Ideologi Pancasila untuk warga kota Magelang, dengan tema “Menggaungkan Gelora Spirit Pancasila, Dari Magelang Untuk Indonesia Yang Lebih Bermartabat”.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber turut memberikan materi, di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Magelang Drs. Agus Satiyo Hariyadi, M.Si., Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Sugianto, M.Si., serta Andy Aprianto, S.H., M.Si. dari BPIP RI.

Kepala Kesbangpol Kota Magelang, Agus Satiyo Hariyadi, mengingatkan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa sebagai bagian dari penguatan jati diri nasional.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang para pendiri bangsa yang diawali semangat Sumpah Pemuda hingga lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1945.

“Sebagai warga bangsa Indonesia, jangan pernah melupakan sejarah atau Jas Merah, agar kita tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.

Pada akhir pemaparannya, Agus mengajak seluruh peserta mengikrarkan komitmen kebangsaan yang terinspirasi dari lirik Indonesia Raya Tiga Stanza.

“Mari kita berseru, Indonesia Bersatu. Mari kita berdoa, Indonesia Bahagia. Mari kita berjanji, Indonesia Abadi,” ajaknya yang disambut antusias seluruh peserta.

Sementara itu, Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugianto, mengajak peserta berdialog secara interaktif mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sesuai profesi dan peran masing-masing.

“Guru mengamalkan Pancasila dalam mendidik, pelajar dan mahasiswa dalam belajar, serta setiap warga negara dalam kehidupan bermasyarakat. Itulah implementasi nyata nilai-nilai Pancasila yang kita harapkan,” jelasnya.

Narasumber dari BPIP RI, Andy Aprianto, S.H., M.Si., memaparkan pentingnya ideologi sebagai perekat bangsa. Ia mencontohkan sejumlah negara besar yang mengalami perpecahan karena kehilangan kekuatan pemersatu.

Menurutnya, Indonesia tetap kokoh di tengah keberagaman suku, budaya, adat istiadat, dan agama karena memiliki Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Kita patut bersyukur para pendiri bangsa telah mewariskan Pancasila sebagai perekat keberagaman. Karena itu, mari terus mengokohkan nilai-nilai Ideologi Pancasila di setiap warga negara agar Indonesia tetap abadi,” tuturnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan sepuluh peserta yang berkesempatan mengajukan pertanyaan dan memperoleh apresiasi dari panitia.

Selain materi kebangsaan, kegiatan juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya berupa Tari Tabula Bale dari Nusa Tenggara Timur yang mengundang antusias peserta. Di area luar acara juga digelar festival kuliner dan permainan tradisional nusantara yang dipadati pengunjung.

Salah seorang pelaku UMKM kuliner khas Bali, Nyoman Anggreni, mengaku bersyukur karena seluruh menu ayam betutu yang dijualnya habis terpesan bahkan sebelum acara selesai.

“Saya senang sekali karena dagangan habis sebelum acara berakhir. Bahkan sejak awal kegiatan sudah banyak yang memesan, sehingga saya tinggal mengantarkan pesanan,” ungkapnya sambil tersenyum.

Ketua Panitia dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Magelang. Tri Adi Nuswantara mengaku puas atas terselenggaranya acara yang cukup besar ini dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran acara ini

“Saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak. Sehingga acara Sosialisasi Ideologi Pancasiala dari BPIP RI dapat berjalan dengan baik dan lancar”. Pungkas Adi.

Melalui kegiatan ini, BPIP RI bersama Pemerintah Kota Magelang berharap nilai-nilai Pancasila semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu memperkuat persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.

Nurul Abadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *