Bukit Joko Tuwo dan Hutan Bukit Cinta di Bayat Klaten Terbakar, Ancam Pemukiman Warga

Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Kebakaran terjadi di Bukit Joko Tuwo, Desa Tawangrejo dan hutan Bukit Cinta, Desa Gunung Gajah Kecamatan Bayat, Klaten tadi malam. Api melahap semak belukar dan ranting di lokasi.

“Kejadian di bukit di bekas area tambang, tersentral di luasan ukuran ke selatan 150 meter x 50 meter. Di situs batu geo park Joko Tuwo di grumbul,” ungkap Kades Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Susanta Sabtu (25/07)pagi.

Bacaan Lainnya

Menurut Susanta, lokasi yang terbakar sudah terisolasi dari permukiman warga karena bekas tambang. Hanya sempat dikhawatirkan ke permukiman.

“Sempat dikhawatirkan ke permukiman jika kena angin karena di timur sekitar 25 meter ada rumah. Alhamdulillah dibantu BPBD, TNI, kelompok peduli api dan lainnya sampai malam padam,” terang Susanta.

Dilanjut Kades, Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran hutan yang didominasi rumput ilalang.

“Dugaan penyebab, menurut keterangan warga ada orang ngarit ( cari rumput ) membakar sampah. Tapi di puncak,” imbuh Susanta.

Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Klaten, Indiarto menyatakan dalam sehari kemarin ada empat lokasi kebakaran hutan dan lahan. Dari Kecamatan Pedan sampai Bayat.

“Kebakaran lahan di Desa Ngawonggo, Ceper, Troketon, Pedan, di Tawangrejo dan hutan di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat,” kata Indiarto saat dihubungi detikJateng.

Menurut Indiarto terakhir di Dusun 2 kawasan bukit cinta atau petak 98 hutan Desa Gunung Gajah. Kejadian sekitar pukul 21.15 WIB.

“Kejadian sekitar pukul 21.15 WIB yang diketahui pertama kali oleh mahasiswa KKN yang lewat dan melihat api. Langsung dilaporkan ke warga dan diteruskan ke BPBD,” lanjut Indiarto.

“Untuk luasan sekitar 420 meter persegi, tidak ada korban jiwa atau luka. Sekitar pukul 22.30 WIB api bisa dipadamkan bersama BPBD ,TNI, Polri, relawan dan warga sekitar,” sambung Indiarto.

Warga sekitar Desa Tawangrejo, Triyatno mengatakan dari info warga semula ada orang cari rumput bakar sampah. Api menjalar malam bekas tebangan bambu.

“Api menjalar ke bekas tebangan bambu terus api membara. Posisi habis magrib tapi tidak ada korban luka atau jiwa karena bisa dipadamkan, ” katanya.

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *