KARANGANYAR Kabarterkibinews.co.id – Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M. mendorong Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo, menjadi salah satu percontohan pertanian modern sekaligus pusat regenerasi petani di Kabupaten Karanganyar.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Rembug Tani sekaligus penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Dusun Dlangin Kidul, Desa Lemahbang, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) menjadi sarana dialog langsung antara pemerintah dengan petani. Berbagai kebutuhan, kendala, dan aspirasi petani disampaikan untuk menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan dan program pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Karanganyar menyerahkan bantuan berupa alat pengolah pupuk organik dan alat perajang tembakau kepada enam kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, produktivitas, serta kualitas hasil pertanian.
Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, Dr. Feriana Dwi Kurniawati, S.P., M.Si., mengatakan Lemahbang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pengembangan pertanian. Sejumlah dukungan telah diberikan, antara lain benih padi dan jagung, pestisida, pupuk organik cair, serta sarana pertanian berbasis teknologi.
Pada 2025, Desa Lemahbang juga menerima bantuan traktor roda empat dan drone pertanian. Menurut Feriana, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pertanian yang semakin efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Bupati Karanganyar menegaskan petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Karena itu, pemerintah berkomitmen hadir untuk membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian.
“Petani adalah pahlawan. Pahlawan pangan bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, apa yang menjadi keluhan para petani silakan disampaikan kepada pemerintah. Kami ingin hadir dan membantu agar kualitas maupun kuantitas hasil pertanian semakin baik,” kata Bupati.

Menurut Bupati, Lemahbang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian unggulan. Ia berharap desa tersebut tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga tempat belajar bagi kelompok tani dari wilayah lain.
“Saya punya angan-angan, kalau nanti ada kelompok tani yang ingin belajar bagaimana bertani dengan baik, datangnya ke Desa Lemahbang. Artinya, Lemahbang bisa menjadi contoh bagaimana pertanian itu dikelola dan dikembangkan dengan baik,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti tantangan regenerasi petani. Menurutnya, rata-rata petani saat ini sudah berusia lanjut sehingga perlu ada upaya serius untuk menarik minat generasi muda masuk ke sektor pertanian.
“Petani kita rata-rata sudah sepuh. Petani yang masih muda jumlahnya sangat sedikit. Kalau tidak ada regenerasi, nanti siapa yang akan meneruskan?” tuturnya.
Untuk itu, Pemkab Karanganyar terus mendorong pengembangan petani muda dan petani milenial. Pertanian diharapkan tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional, melainkan sebagai sektor usaha yang memiliki peluang ekonomi dan mampu memberikan penghasilan yang menjanjikan.
Pemanfaatan mekanisasi, teknologi pertanian, peningkatan keterampilan, serta pengelolaan hasil produksi menjadi bagian penting dalam membangun pertanian yang lebih modern sekaligus menarik bagi generasi muda.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar, Budi Santoso, S.E., turut mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian di Desa Lemahbang. Ia berharap berbagai bantuan yang diberikan dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani.
Rembug Tani tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pemerintah dan petani. Dengan dukungan alsintan, teknologi, peningkatan kapasitas, serta regenerasi petani, Desa Lemahbang diharapkan mampu berkembang sebagai contoh pertanian modern yang dapat menginspirasi wilayah lain di Kabupaten Karanganyar. ( Her/KTN)





