KLATEN ,KABARTERKININEWS.CO.ID– Kreativitas warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten, Jawa Tengah, menghasilkan produk kerajinan bernilai ekonomi. Dengan memanfaatkan limbah serabut kelapa, mereka membuat kerajinan Cocorope berupa berbagai mainan hewan yang telah dipasarkan hingga ke Eropa.
Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Tidak sekadar mengisi aktivitas selama menjalani masa pidana, kegiatan tersebut juga memberikan keterampilan produktif yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.
Dalam proses pembuatannya, serabut kelapa diolah terlebih dahulu menjadi tali, kemudian dibentuk menjadi berbagai produk kerajinan. Beberapa hasil karya yang dibuat antara lain mainan berbentuk burung, anjing, hingga kelinci.
Sebelum terlibat dalam produksi, para warga binaan mendapatkan pelatihan dari pihak ketiga selama beberapa hari. Pelatihan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan agar mereka mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.
Kepala Lapas Kelas IIB Klaten, Andik Dwi Saputro, menjelaskan bahwa kerajinan Cocorope yang diproduksi warga binaan telah mendapatkan pasar, bahkan menjangkau konsumen di Eropa.
Menurutnya, program pembinaan keterampilan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri warga binaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Hasil penjualan produk juga dapat menambah premi yang diterima warga binaan.
Dalam kegiatan produksi sehari-hari, para warga binaan mampu menghasilkan lebih dari 20 kerajinan Cocorope. Sementara itu, setiap orang dapat membuat sekitar lima hingga sepuluh produk.
Salah satu warga binaan, Arif Harmawan, mengaku mendukung program keterampilan yang diselenggarakan Lapas Klaten. Menurutnya, kegiatan membuat kerajinan memberikan aktivitas positif selama menjalani masa pidana sehingga waktu terasa lebih produktif.
Ia juga berharap keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Ke depan, hasil kerajinan Cocorope juga direncanakan dipasarkan melalui pet shop maupun penjual pakan burung. Dengan demikian, produk tersebut memiliki peluang pasar yang lebih luas.
Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Melalui keterampilan yang memiliki nilai ekonomi, warga binaan diharapkan tidak hanya siap kembali ke tengah masyarakat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membangun kemandirian ekonomi.
RepCam: Prabowo Aji
Video Editor: Heru Warsito
Kabar Terkini News





