Diduga Penyakit Epilepsi Kambuh, Pria Asal Sragen Ditemukan Meninggal di Sungai Cemara Gondangrejo

Foto : ilustrasi

KARANGANYAR, Kabarterkininews.co.id

Warga Dukuh Kedungulo, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar digegerkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki di aliran Sungai Cemara, Sabtu (23/5) malam.
Korban diketahui bernama Hafid Khoirun Ni’am (32), warga Dukuh Kricak RT 10 RW 04, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Saat ditemukan, korban mengenakan celana jins hitam dan kemeja batik cokelat. Petugas juga menemukan sejumlah barang bawaan milik korban, antara lain jam tangan, korek gas warna biru, gunting, obat nyamuk lotion, hingga cup air minum yang dibungkus plastik.
Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiyono mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.47 WIB oleh saksi, Sugiyanto (59), saat hendak pergi ke sawah untuk mengairi lahan miliknya. Saat melintas di sekitar aliran Sungai Cemara di Dukuh Kedungulo RT 01 RW 05 Desa Dayu, saksi melihat sosok manusia tersangkut di tengah aliran sungai.
Menurutnya, karena merasa takut, saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lain, Suroto (45), yang selanjutnya diteruskan kepada Kepala Desa Dayu, Mesran Agus Susilo. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Gondangrejo.
Mendapat laporan tersebut, aparat gabungan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan. Sejumlah petugas yang hadir di antaranya Kapolsek Gondangrejo AKP Subkhi, personel Polres Karanganyar, tim Inafis, petugas Puskesmas Gondangrejo, relawan SAR, hingga unsur TNI dan perangkat desa.
Dari hasil pemeriksaan awal tim medis Puskesmas Gondangrejo yang dilakukan oleh Suyono, korban diduga meninggal dunia akibat mengalami epilepsi kambuh hingga terjatuh ke sungai.
“Korban meninggal dimungkinkan karena mengalami epilepsi kemudian terjatuh di sungai,”ujarnya.
Dikatakan Kasat Reskrim, orang tua korban, Yono Winursito, menyebut anaknya memiliki riwayat epilepsi sejak usia tiga tahun dan sering mengalami kejang apabila dalam kondisi lelah.
Menurut keluarga, korban telah meninggalkan rumah sejak dua hari lalu dengan berjalan kaki.
“Pihak keluarga juga mengaku kerap menjemput korban di sejumlah lokasi setelah mendapat informasi dari warga,”jelasnya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, serta mengevakuasi jasad korban untuk penanganan lebih lanjut.(Iwan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *