Konferensi Auditor Internal 2026, Tekankan Governance 5.0

Sleman, KabarTerkiniNews.co.id – Konferensi Auditor Internal (KAI) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) digelar selama dua hari mulai tanggal 8-9 Juli di Hotel Alana, Sleman, Yogyakarta menghasilkan kesepahaman bersama untuk mendorong pemerintah dan regulator.

Ketua YPAI Setyanto P Santosa dalam konferensi pers, Kamis (09/07) yang mengangkat tema “Governance 5.0: Redefining Board Oversight and Internal Audit in a Digital-First Era” ini dihadiri oleh pimpinan organisasi, Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Auditor Internal, regulator, akademisi, praktisi tata kelola, manajemen risiko, serta pakar teknologi dari berbagai sektor.

Bacaan Lainnya

“Ada 669 peserta yang mengikuti konferensi ini. Sedangkan yang diwisuda ada 246 orang,” katanya.

Konferensi ini menurut Setyanto, telah telah menghasilkan kesepahaman bersama mengenai arah baru tata kelola organisasi Indonesia dalam menghadapi era Artificial Intelligence (AI), transformasi digital, meningkatnya ancaman keamanan siber, serta dinamika geopolitik global.

“Oleh karena itu, transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola, etika, integritas, manajemen risiko, keamanan siber, serta pengawasan yang efektif,” jelasnya.

Dalam konferensi, Setyanto, menegaskan bahwa kepercayaan (trust) merupakan aset strategis yang akan menentukan keberhasilan dan keberlanjutan organisasi pada era digital.

” Belum ada aturan artificial intelligence. Jika AI salah, siapa penanggung jawabnya belum ada, karena belum ada aturannya. Kami mengimbau segera dibuat aturan tata kelolanya,” Tegasnya.

Setyanto mengakui pembentukan regulasi terkait AI agar mampu memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha sekaligus melindungi kepentingan publik, tidak dapat serta merta terwujud, namun ia berharap bisa terwujud dalam beberapa tahun ke depan.

“AI ibarat pisau, bisa bermanfaat tetapi juga bisa juga berbahaya. Jadi buka sekadar menguasai teknologi, tetapi bagaimana memastikannya digunakan secara tanggung jawab melalui tata kelola yang baik,” Tuturnya.

Ia menyebutkan hasil KAI 2026 di antaranya, transformasi digital bukan lagi sekadar proyek teknologi informasi, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi organisasi dan tanggung jawab Dewan Komisaris, Direksi, serta seluruh jajaran manajemen.

“Artificial Intelligence harus digunakan secara bertanggung jawab, dapat dipertanggungjawabkan, dapat diaudit, dan tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan akhir. Budaya integritas merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang dipercaya,” katanya.

Peserta konferensi, tambahnya, berpandangan bahwa kualitas tata kelola sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan dan kualitas pengambilan keputusan dan sepakat bahwa Indonesia perlu mengembangkan Governance 5.0.

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *