Satu Windu SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring : Filosofi Angka 8 & Penghormatan Haru untuk ‘Hawariyyun’

Magelang, KabarTerkiniNews.co.id –  Rasa syukur menyelimuti keluarga besar SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring saat menggelar Milad ke-8 pada Sabtu (4/7/2026). Di tengah kesederhanaan acara yang penuh kehangatan, tersimpan pesan kuat tentang perjalanan panjang sebuah institusi pendidikan yang kini dipercaya masyarakat dan Persyarikatan.

Mengusung tema “Memperkuat Kompetensi SDM sebagai Langkah Strategis Menuju Sekolah Unggul”, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika, Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Gunungpring, Komite Sekolah, serta tamu istimewa: Alumni Taruna Muhammadiyah Angkatan 01.

Bacaan Lainnya

Filosofi Angka 8: Belajar Tanpa Batas

Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring, Dwi Ehwanto, S.Pd., M.Pd., Gr., mengajak seluruh hadirin memaknai simbol usia sekolah tahun ini secara mendalam. Menurutnya, angka delapan yang direbahkan membentuk simbol tak hingga (∞), yang melambangkan semangat belajar tanpa batas dan inovasi yang tiada henti.

“Satu windu bukanlah garis akhir, melainkan pijakan baru. Sekolah unggul bukan dibangun oleh gedung megah, tetapi oleh manusia-manusia yang terus memperbaiki diri dengan ikhlas,” ungkap Dwi Ehwanto.

Beliau menegaskan bahwa tema milad kali ini sejalan dengan hasil Rapat Kerja sekolah: memperkuat kompetensi SDM sebagai strategi utama. Guru, musyrif, pamong, hingga tenaga pendukung harus berkembang menjadi insan profesional, adaptif, dan berkarakter Islami.

Pencapaian nyata pun telah diraih. SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring kini menyandang predikat Sekolah Unggul Madya oleh Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan Sekolah Model oleh Kementerian Pendidikan. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi dan kerja keras selama delapan tahun membuahkan hasil.

Momen Haru : Mengenang ‘Hawariyyun’ Angkatan 01

Puncak emosi terjadi saat Alumni Taruna Muhammadiyah Angkatan 01 kembali hadir. Mereka adalah 12 lulusan pertama yang oleh warga sekolah dipanggil dengan sebutan mulia: Hawariyyun (para penolong perjuangan).

Mereka hadir ketika sekolah belum dikenal, fasilitas terbatas, dan masa depan masih samar. Keberanian mereka memilih sekolah ini menjadi pondasi tak ternilai bagi ratusan taruna/taruni generasi berikutnya.

Sebagai bentuk penghormatan, sekolah menyerahkan Sertifikat Penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Ustaz Hima Sugiyarto (Kepala Sekolah Pertama) dan Ustaz Dr. H. Tafsir, M.Ag. (Ketua Umum PW Muhammadiyah Jateng). Sertifikat ini bukan sekadar kertas, melainkan simbol pengakuan persyarikatan atas dedikasi para pelopor.

“Terima kasih TM 01. Kalian adalah Hawariyyun kami. Apa yang kalian tanam delapan tahun lalu kini tumbuh subur. Jejak kalian adalah inspirasi abadi,” ujar Dwi Ehwanto dengan suara bergetar, disambut tepuk tangan panjang dari seluruh hadirin.

Sinergi Tiga Pilar: Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Sekolah

Kekuatan SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring terletak pada sinergi solid tiga pilar. Ketua PR Aisyiyah Gunungpring, Ibunda Bina, menegaskan komitmen Aisyiyah sebagai mitra strategis, terutama dalam pendampingan gizi. Mulai sarapan hingga makan malam, para ibu Aisyiyah menyiapkan makanan bergizi sebagai ikhtiar mencetak generasi sehat jasmani-rohani.

Sementara Ketua PR Muhammadiyah Gunungpring, Ustaz Rohmad, mengingatkan pentingnya budaya kerja SIAP (Semangat, Integritas, Amanah, Profesional). Keunggulan, katanya, diukur dari disiplin, pelayanan berkualitas, dan akhlak warga sekolah.

Penguatan Iman & Manajemen Waktu
Narasumber utama, Drs. H. Jumari, M.Pd. (Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jateng), memberikan penguatan berbasis Al-Qur’an. Melalui Surah Al-Hujurat ayat 15 dan Al-‘Ashr, beliau menekankan tiga karakter mukmin: iman teguh, tidak ragu dalam amanah, dan berjuang dengan harta-diri.
Bagi pendidik, ini berarti pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran dengan ikhlas. Beliau juga mengingatkan empat kompetensi guru (pedagogik, kepribadian, sosial, profesional) serta prinsip “unggul tanpa menyakiti”—keunggulan yang dibangun lewat sinergi, bukan kompetisi destruktif.

Melangkah Kokoh Menuju Masa Depan

Milad ke-8 SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring bukan sekadar perayaan ulang tahun. Ia adalah deklarasi kesiapan untuk melangkah lebih tinggi. Dengan fondasi iman, ilmu, karakter, dan kolaborasi yang semakin erat, sekolah ini optimis mewujudkan visi: melahirkan generasi beriman, berilmu, berkarakter, dan berkemajuan.

Dari satu windu yang penuh makna, SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring siap mengabdi, memuliakan, dan menghadirkan manfaat bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Nurul Abadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *