KLATEN, KabarTerkiniNews.co.id – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harga satu tangki air bersih mencapai Rp230 ribu, dengan persediaan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar setengah bulan.
Merespons kondisi tersebut, Polresta Klaten menyalurkan lebih dari 100 ribu liter air bersih secara bertahap kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, memasak, hingga konsumsi air minum.
Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih, di antaranya Kecamatan Kemalang dan Kecamatan Wedi.
Warga Terbantu dengan Distribusi Air Bersih
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, jajaran Polresta Klaten mengerahkan tangki air berkapasitas 7.000 liter untuk mendistribusikan air bersih kepada warga.
Air disalurkan ke bak penampungan umum maupun tempat penampungan milik warga agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, bantuan ini menjadi sangat berarti. Pasalnya, warga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membeli air secara mandiri.
Dengan harga mencapai Rp230 ribu per tangki, pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan air bersih menjadi beban tersendiri bagi keluarga yang terdampak kekeringan.
Satu tangki air tersebut diperkirakan hanya mencukupi kebutuhan selama kurang lebih 15 hari, sehingga warga harus mengatur pemakaian air secara cermat.
Polresta Klaten Salurkan Bantuan Secara Bertahap
Kasi Humas Polresta Klaten, AKP Edi Nugroho, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan penyaluran bantuan air bersih tersebut.
Berdasarkan keterangan dalam rilis kegiatan, bantuan telah disalurkan sebanyak empat kali dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan selama musim kemarau, dengan total volume lebih dari 100 ribu liter air bersih.
Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak.
Selain menyalurkan bantuan, Polresta Klaten juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang masih mengalami krisis air bersih. Langkah ini diharapkan membantu kepolisian mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan bantuan lanjutan.
Diharapkan Meringankan Beban Warga
Krisis air bersih menjadi persoalan yang berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat. Ketersediaan air tidak hanya dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga, tetapi juga untuk menjaga kebersihan dan memenuhi kebutuhan konsumsi.
Melalui distribusi air bersih ini, Polresta Klaten berharap dapat membantu masyarakat melewati masa sulit akibat kekeringan.
Bantuan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang kesulitan memperoleh akses air bersih di tengah musim kemarau.
Masyarakat yang masih mengalami krisis air bersih diharapkan dapat menyampaikan laporan kepada pihak kepolisian agar kebutuhan di wilayah terdampak dapat diketahui dan ditindaklanjuti. ( Repcam: Prabowo AJi/Editor : Heru Warsito)





