SRAGEN, KABAR TERKINI NEWS – Krisis air bersih masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Salah satunya dialami warga Desa Galeh, Kecamatan Tangen, yang telah menghadapi kesulitan air bersih selama empat bulan terakhir akibat kondisi kekeringan.
Di Desa Galeh, tercatat 11 dari total 18 RT mengalami krisis air bersih. Salah satu wilayah terdampak berada di RT 5 Dukuh Barong, dengan jumlah 58 kepala keluarga atau sebanyak 202 jiwa.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta menyalurkan bantuan dua tangki air bersih. Masing-masing tangki memiliki kapasitas 9.500 liter.
Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung Administrator atau Kepala KPH Surakarta, Agus Supriyanto Ganasari. Distribusi air dilakukan di dua titik, yakni RT 5 dan RT 8 Dukuh Barong, Desa Galeh.
Kepala Desa Galeh, Triyono, menyampaikan bahwa selama mengalami kesulitan air bersih, warga harus mencari sumber air di tengah persawahan. Jarak sumber air tersebut sekitar satu kilometer dari permukiman.
Kondisi ini membuat pemenuhan kebutuhan air sehari-hari menjadi lebih sulit, terutama bagi warga yang tidak memiliki akses sumber air di sekitar rumah.
Sementara itu, Administrator KPH Surakarta, Agus Supriyanto Ganasari, menyebutkan bahwa hingga saat ini Perhutani KPH Surakarta telah menyalurkan sekitar 30 tangki air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
Bantuan tersebut menjangkau beberapa kabupaten, meliputi Wonogiri, Karanganyar, Sragen, dan Klaten.
Penyaluran air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Meski demikian, kondisi yang dialami warga Desa Galeh menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan air bersih masih membutuhkan perhatian, terutama bagi wilayah yang mengalami kekeringan berkepanjangan.
Repcam / Editor : Heru Warsito





