KLATEN, kabarterkininews.co.id – Kasus minyak goreng bantuan pemerintah merek MinyaKita yang diduga berbau solar menggegerkan warga di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Produk bantuan pangan tersebut dilaporkan tersebar di tiga kabupaten, yakni Klaten, Wonogiri, dan Tegal, sebelum akhirnya ditarik dari peredaran dan diganti dengan produk baru.
Keluhan pertama mencuat dari warga penerima bantuan pangan di Kabupaten Klaten. Sejumlah warga mengaku menerima MinyaKita bersama paket bantuan pemerintah, namun mendapati bau menyengat seperti solar saat minyak akan digunakan, bahkan ada yang mengeluhkan rasa tidak nyaman di tenggorokan setelah minyak sempat dikonsumsi.
Salah seorang penerima bantuan, Partini, mengaku curiga setelah mencium aroma tak biasa dari minyak goreng yang diterimanya. Ia pun memilih tidak lagi menggunakan minyak tersebut karena khawatir membahayakan kesehatan keluarga.
Keluhan warga ini kemudian ditindaklanjuti oleh penyedia bantuan, PT Kusuma Mukti Remaja. Pihak perusahaan memastikan seluruh produk yang telah terdistribusi di wilayah terdampak telah ditarik kembali dan diganti dengan jumlah yang sama.
Direksi PT Kusuma Mukti Remaja, Joko Mukti Wijaya, menjelaskan penarikan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap warga penerima bantuan. Menurutnya, seluruh minyak yang terindikasi bermasalah sudah diganti, sembari perusahaan melakukan penelusuran penyebab kejadian tersebut.
“Seluruh barang yang telah didistribusikan di wilayah terdampak sudah kami tarik kembali dan kami ganti dengan jumlah yang sama. Saat ini kami juga sedang melakukan investigasi serta pengujian laboratorium,” ujarnya.
Joko menambahkan, secara prosedur proses produksi minyak telah dilakukan sesuai standar operasional. Meski demikian, pihaknya tetap mengambil sampel dari minyak yang dikeluhkan warga untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan kandungan yang ada di dalamnya.
Berdasarkan data penyaluran, wilayah terdampak minyak goreng yang diduga berbau solar itu berada di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Klaten, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Tegal. Seluruh produk di tiga wilayah tersebut disebut telah selesai ditarik dan diganti.
Sementara itu, Kepala Bulog Surakarta, Nanang Hardianto, mengatakan bantuan pangan yang disalurkan untuk alokasi Februari dan Maret 2026 telah tuntas 100 persen. Paket bantuan yang diterima masyarakat terdiri atas beras 20 kilogram dan minyak goreng MinyaKita sebanyak 4 liter.
Nanang menegaskan, Bulog hanya bertugas menyalurkan bantuan pangan sesuai alokasi yang telah ditetapkan. Adapun terkait kualitas minyak goreng yang dikeluhkan warga, saat ini masih menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium dari pihak penyedia.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kualitas bantuan pangan yang diterima masyarakat. Selain ketepatan sasaran, keamanan dan mutu produk yang disalurkan juga menjadi hal penting agar bantuan pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi warga.
Kini warga di tiga kabupaten terdampak menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan kontaminasi pada minyak goreng bantuan tersebut.
Berikut poin penting kasus ini:
- MinyaKita diduga berbau solar dan dikeluhkan warga penerima bantuan pangan.
- Kasus ditemukan di tiga kabupaten: Klaten, Wonogiri, dan Tegal.
- Warga mengeluhkan bau menyengat dan rasa tidak nyaman di tenggorokan.
- Seluruh produk yang terindikasi bermasalah telah ditarik dan diganti.
- Sampel minyak saat ini sedang diuji di laboratorium untuk mengetahui penyebabnya.
Prabowo Aji








