KARANGANYAR – Pawai budaya mewarnai kedatangan Estafet Tunas Kelapa dalam rangkaian kegiatan Gerakan Pramuka di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2026).
Suasana penyerahan Estafet Tunas Kelapa semakin semarak dengan kehadiran anak-anak sekolah yang mengenakan beragam pakaian tradisional dan busana yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.
Penampilan tersebut menjadi bagian dari penyambutan Estafet Tunas Kelapa yang tiba di Kabupaten Karanganyar setelah sebelumnya diserahkan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sragen.
Prosesi penyerahan berlangsung di perbatasan Sragen-Karanganyar, tepatnya di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat. Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyerahkan Tunas Kelapa kepada Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Karanganyar, Kurniadi Maulato.
Sigit mengatakan, Estafet Tunas Kelapa merupakan rangkaian kegiatan kepramukaan yang dilakukan secara berantai dari satu daerah ke daerah lainnya hingga mencapai titik akhir di Purwokerto, Banyumas.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memiliki pesan penting dalam membangun karakter generasi muda.
Estafet ini, kata Sigit, menjadi momentum untuk menanamkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, daya juang dan kemampuan bekerja secara kolektif.
“Untuk mencapai satu tujuan, kita harus saling bersinergi. Yang lain meneruskan estafet kepemimpinan, estafet semangat, sehingga kerja kolektif ini bisa mencapai tujuan,” ujar Sigit.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjaga kondisi fisik selama mengikuti perjalanan Estafet Tunas Kelapa.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Karanganyar Kurniadi Maulato mengatakan, pihaknya siap meneruskan Estafet Tunas Kelapa sekaligus mempertahankan tradisi kepramukaan.
Menurut Kurniadi, kegiatan tersebut memiliki tujuan membentuk generasi muda yang memiliki karakter disiplin, rela berkorban, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air dan bangsa.
Selain estafet, Kwarcab Karanganyar juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung. Di antaranya perkemahan tingkat ranting Kebakkramat, bakti sosial, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pemberian bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam dan tas bagi warga yang membutuhkan.
Setelah diterima di Karanganyar, Estafet Tunas Kelapa kembali diberangkatkan untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah berikutnya hingga nantinya mencapai Purwokerto, Banyumas.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu semakin memperkenalkan Gerakan Pramuka kepada masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada generasi muda.
Pawai budaya dengan beragam pakaian tradisional yang ditampilkan anak-anak sekolah pun menjadi gambaran bahwa semangat kepramukaan dapat berjalan beriringan dengan upaya mengenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara. ( Her / KTN)





