Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sleman memperingati Peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) dengan aksi teatrikal dan malam renungan. Mereka mengajak ratusan anak muda dari kalangan Gen Z untuk melek politik sekaligus memahami tonggak perjuangan demokrasi indonesia.
Mengusung tema “Spirit Perjuangan Menegakkan Demokrasi dan Melawan Otoritarianisme dalam Perspektif Generasi Z”, acara diikuti sekitar 218 perwakilan peserta dari seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman. Acara dikemas melalui pementasan teatrikal yang menggambarkan dinamika Peristiwa Kudatuli, kemudian dilanjutkan dengan malam renungan dan diskusi kebangsaan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, menyebut peringatan Kudatuli bukan sekadar mengenang sejarah, tapi menjadi sarana edukasi politik bagi generasi muda agar memahami proses panjang lahirnya demokrasi di Indonesia.
“Ini bagian dari panggilan kita untuk mengingatkan generasi muda tentang salah satu sejarah yang menjadi tonggak demokrasi di Indonesia, yang juga menjadi bibit lahirnya reformasi. Kami ingin anak-anak muda memahami bahwa politik adalah bagian dari kehidupan sebagai warga negara, tetapi politik yang benar adalah politik yang berjuang untuk kesejahteraan rakyat,” kata Danang.
Menurut Danang, tragedi Kudatuli merupakan peristiwa sejarah yang harus terus dikenang karena perjuangan menegakkan demokrasi dibayar dengan pengorbanan besar. Karena itu, generasi muda perlu memahami nilai perjuangan yang melatarbelakangi perjalanan demokrasi Indonesia.
“Kudatuli adalah proses sejarah yang harus kita bayar mahal karena menimbulkan korban. Refleksinya, perjuangan selalu membutuhkan pengorbanan. Jangan sampai generasi muda hanya tahu nama Kudatuli, tetapi tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi,” terang Danang.
Danang menjelaskan kegiatan tersebut sengaja dikemas dalam bentuk diskusi agar peserta dapat saling bertukar pikiran, bukan sekadar mendengarkan ceramah. Melalui pendekatan itu, peserta diharapkan mampu melihat peristiwa Kudatuli dalam konteks perjuangan demokrasi dan kebangsaan.
Tak lupa, Danang juga menitipkan pesan kepada generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. “Pesan kami sederhana, Jas Merah atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Demokrasi yang kita nikmati hari ini lahir melalui perjuangan dan penuh pengorbanan. Anak-anak muda harus mewarisi api perjuangan itu agar mampu meneruskan perjuangan membangun bangsa dengan semangat yang lebih kuat,” tandasnya.
Melalui peringatan ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman berharap generasi muda terus menjaga semangat demokrasi, menolak praktik otoritarianisme, serta memperjuangkan keadilan dan kebebasan.
Andri Tiyo







