Batang, KabarTerkiniNews.co.id – Aparat kepolisian terus melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan keracunan yang menimpa puluhan warga setelah mengkonsumsi hidangan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu Mawar, Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Senin (21/9).
Kasat Reskrim Polres Batang Kompol Bintoro Thio Pratama menyatakan, fokus penyelidikan kepolisian saat ini mengarah pada jeda waktu antara pembuatan hingga pembagian bubur kacang hijau yang diduga kuat menjadi pemicu keracunan. Seharusnya, kata Bintoro, makanan PMTI tersebut diberikan di pagi hari.
Dirinya menyampaikan, untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut, kepolisian telah mengamankan dan mengirimkan sejumlah sampel ke laboratorium. Termasuk sampel makanan berupa bubur kacang hijau.
Sementara itu Koordinator Case Manager RSUD Kalisari Batang, Sri Suparti menjelaskan, masih ada sejumlah orang dari 35 korban dugaan keracunan makanan yang menjalani perawatan di RSUD Batang. Sebelumnya, pasien yang sebelumnya sudah dipulangkan, namun terpaksa kembali mendatangi fasilitas kesehatan.
Dari data yang ada, terdapat enam orang pasien rawat jalan yang kembali datang memeriksakan diri. Dari hasil pemeriksaan ulang tersebut, 1 orang kembali diizinkan rawat jalan, sementara 5 orang lainnya harus dialihkan menjadi pasien rawat inap. Keluhan yang dialami oleh mereka yang kembali masuk tersebut adalah muntah dan diare.
Kermit





