Ratusan Warga Tegalgede Kembalikan MinyaKita Diduga Bau Solar, 858 KPM Terima Pengganti

Foto : Ratusan warga Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, mengembalikan minyak goreng bantuan (25/06/26)

KARANGANYAR, kabarterkininews.co.id – Ratusan warga Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, mengembalikan minyak goreng bantuan setelah diduga berbau solar. Menyusul keluhan tersebut, pemerintah kelurahan bersama pihak terkait bergerak cepat menyalurkan minyak goreng pengganti kepada warga terdampak.

Warga mendatangi lokasi penukaran minyak goreng bantuan yang sebelumnya dikeluhkan berbau menyengat menyerupai solar. Minyak goreng itu merupakan bagian dari bantuan pangan yang telah diterima masyarakat. Namun setelah kemasan dibuka, sejumlah penerima mengeluhkan aroma tak lazim pada minyak, sehingga memicu pengembalian secara massal.

Pemerintah Kelurahan Tegalgede kemudian memfasilitasi penarikan sekaligus penukaran minyak goreng agar bantuan tetap bisa diterima warga tanpa menimbulkan keresahan yang lebih luas.

Lurah Tegalgede, Budi Setyo, mengatakan sebanyak 858 keluarga penerima manfaat atau KPM telah menerima minyak goreng pengganti. Dalam proses penukaran, warga cukup menunjukkan kartu tanda penduduk atau KTP sebagai bukti penerima bantuan.

“Sebanyak 858 KPM menerima penggantian minyak goreng. Warga cukup menunjukkan KTP saat proses penukaran,” ujar Budi Setyo.

Menurut Budi, penyaluran minyak pengganti dilakukan agar warga tetap memperoleh hak bantuan tanpa harus menanggung dampak dari produk yang diduga bermasalah. Kelurahan juga berharap kejadian serupa tidak terulang pada penyaluran bantuan berikutnya.

Ia menegaskan, kualitas bantuan untuk masyarakat harus benar-benar terjamin agar tidak menimbulkan keresahan di tengah warga. Apalagi, bantuan pangan merupakan kebutuhan dasar yang langsung dikonsumsi masyarakat.

Kasus minyak goreng bantuan berbau solar ini kini juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Warga berharap proses distribusi bantuan ke depan diperketat, sehingga produk yang diterima masyarakat benar-benar aman, layak konsumsi, dan tidak lagi memicu kepanikan di tengah penerima bantuan.

Iwan Iswanda

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *