Grobogan, KabarTerkiniNews.co.id – Polsek Klambu bersama Tim Inafis Polres Grobogan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah sekaligus toko milik Intan Prihatin (35), warga Desa Taruman, Kecamatan Klambu, pada Rabu (5/8/2026).
Peristiwa kebakaran tersebut, berawal saat Bejo (39), karyawan toko yang merupakan warga Desa Taruman, Kecamatan Klambu, sedang mengisi bahan bakar jenis Pertalite dari galon ke dalam botol kemasan di area belakang pom mini yang berada di toko tersebut.
Saat proses pengisian berlangsung, diduga muncul percikan api dari stop kontak yang berada di bawah mesin pom mini. Api kemudian dengan cepat membesar dan menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar serta barang dagangan di dalam rumah dan toko.
Mengetahui kobaran api semakin membesar, korban bersama karyawan toko segera menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Klambu yang kemudian bersama Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan segera menuju lokasi.
Sesampainya di lokasi, personel Polsek Klambu bersama Tim Damkar dan Tim Inafis Polres Grobogan langsung melakukan pemadaman api, mengamankan lokasi, serta melaksanakan olah TKP guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama melalui Kapolsek Klambu AKP R. Enggal Agung mengatakan, hasil pemeriksaan di lokasi, kebakaran diduga dipicu hubungan pendek arus listrik yang berasal dari bagian bawah mesin pom mini.
“Dari hasil olah TKP, dugaan penyebab kebakaran adalah hubungan pendek arus listrik pada stop kontak dan mesin pompa di bawah pom mini ketika proses pengisian bahan bakar berlangsung,” ujar AKP R. Enggal Agung.
Dalam pelaksanaan olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa sisa meteran listrik, kabel dan stop kontak yang terbakar, sisa mesin pompa Rotax, dua unit mesin pom mini, tiga unit freezer, dua sepeda motor, dua sepeda listrik, serta bangunan rumah dan toko yang mengalami kerusakan berat akibat kebakaran.
Akibat kejadian tersebut, rumah beserta toko berikut berbagai barang berharga milik korban ikut terbakar, di antaranya stok sembako, uang tunai sekitar Rp25 juta, surat-surat penting, perhiasan emas, kendaraan, hingga berbagai peralatan usaha. Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp350 juta.
“Kami mengimbau masyarakat agar secara berkala memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha, menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api di dekat bahan bakar atau benda yang mudah terbakar. Langkah pencegahan seperti ini sangat penting untuk menghindari terjadinya kebakaran,” pungkas AKP R. Enggal Agung.
KabarTerkiniNews.co.id







