Video : Prabowo Aji
KLATEN – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta dampak ketidakpastian geopolitik global mulai dirasakan pelaku usaha di daerah. Salah satunya produsen handuk dan sapu tangan Lumintu Seribu Satu yang berlokasi di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Pemilik usaha, Feri Lusianto, mengungkapkan hampir seluruh bahan baku yang digunakan dalam proses produksi mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan tersebut berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung jenis bahan baku yang dibutuhkan.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan dilema bagi pelaku usaha. Di satu sisi biaya produksi terus meningkat, namun di sisi lain banyak pesanan dari konsumen yang masih terikat kontrak kerja sama dengan harga lama.
“Sebagian besar pelanggan kami sudah melakukan kontrak pemesanan untuk jangka waktu satu tahun, sehingga penyesuaian harga tidak bisa dilakukan secara langsung,” ujarnya saat ditemui di lokasi usaha, Sabtu (14/6/2026).
Produk handuk dan sapu tangan yang diproduksi selama ini dipasarkan ke berbagai instansi, rumah sakit, hingga kebutuhan suvenir pernikahan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Akibat kenaikan harga bahan baku, produsen terpaksa melakukan penyesuaian harga jual produk. Kenaikan diperkirakan mencapai 15 hingga 20 persen dibandingkan harga sebelumnya. Sebagai contoh, sapu tangan yang sebelumnya dijual sekitar Rp1.700 kini menjadi Rp2.000 per lembar. Sementara handuk yang sebelumnya dijual Rp15 ribu kini berada pada kisaran Rp17 ribu hingga Rp20 ribu.
Feri menjelaskan, langkah penyesuaian harga terpaksa dilakukan agar usaha tetap berjalan dan tidak mengalami kerugian yang lebih besar. Meski menghadapi tekanan biaya produksi, pihaknya tetap berkomitmen memenuhi pesanan pelanggan dan menjaga keberlangsungan pekerjaan bagi para karyawan.
Pelaku usaha berharap pemerintah dapat terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memberikan perhatian terhadap sektor usaha kecil dan menengah yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
“Harapannya kondisi ekonomi segera membaik sehingga pelaku usaha bisa menjalankan usaha dengan lebih tenang dan biaya produksi kembali stabil,” pungkasnya.
Parbowo Aji








