Semarak Peringatan Maulid Nabi Di Bantul Dari Arak-Arakan Hingga Berebut Gunungan

Bantul – Kabarterkininees.co.id – Beragam tradisi dilakukan masyarakat muslim di berbagai daerah, untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, atau maulid nabi. Di kabupaten Bantul misalnya, salah satu kemeriahan itu nampak semarak di pedukuhan Nglorong, Kalurahan Panjangrejo, Kapanewon Pundong. Ratusan warga tumpah ruah di sudut kampung, kompak berbusana jawa dan muslim, sembari mengarak aneka ragam gunungan berisi hasil bumi dan makanan, yang nantinya dibagikan ke seluruh masyarakat.

Hanya dalam hitungan detik, belasan gunungan berisi hasil bumi, sayuran, buah-buahan, hingga makanan, ludes jadi rebutan warga.

Meski harus berdesak-desakan, warga nampak antusias, larut dalam nuansa kebahagiaan dan kebersamaan.

Inilah, kemeriahan yang nampak di pedukuhan Nglorong, Kalurahan Panjangrejo, Pundong, Kabupaten Bantul, pada momentum peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, pada Rabu pagi (26/08/2026).

Sebelum diperebutkan warga, enam belas gunungan itu diarak berkeliling desa. Warga terlihat tampil semarak, dengan mengenakan beragam busana dan muslim, sembari melantunkan puji-pujian untuk Nabi Muhammad SAW.

Berjalan hampir sejauh 5 kilometer, warga terlihat bersemangat baik anak-anak, remaja, hingga orangtua, menebarkan nuansa kebahagiaan, berbalut kerukunan penuh rasa kebersamaan, yang menggema diantara tabuhan rebana beralun syair sholawat, yang mengiringi seluruh rangkaian iring-iringan kirab.

Suparjo, selaku Plt.Dukuh Nglorong menuturkan, kegiatan grebegh Maulid ini rutin digelar setiap tahun, tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai wadah dan perantara dalam menguatkan hubungan silaturahin antar warga di setiap pedukuhan.

“Kegiatan ini rutin setiap tahun kita gelar, selain sebagai nguri-nguri tradisi, tapi juga sebagai wujud Syukur kita dalam peringatan hari kelahiran Nabu Muhammad SAW, sekaligus sebagai sarana guyub rukun kerununan masyarakat,” ungkap Suparjo.

Sementara itu, bagi Rizalathul Rofiqoh, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini, bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga perayaan budaya yang kaya keberagaman, dan syarat dengan nuansa kebersamaan.

“Ya selain sebagai wujud kebahagiaan, juga sebagai bentuk kebersamaan, saling silaturahmi, dan melestarikan tradisi budaya,” ujar remaja berusia 21 tahun tersebut.

Kirab gunungan dalam momentum yang dikenal sebagai peringatan Maulid Nabi tersebut, merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan warga di pedukuhan Nglorong, yang diharapkan dapat meneladani sifat-sifat kebaikan nabi Muhammad SAW.

Perpaduan antara budaya dan religi, yang diharapkan mampu menjadi pemersatu kerukunan seluruh masyarakat.

Sebelum digelar kirab, seluruh warga yang terdiri dari 5 rt ini, mengikuti kenduri agung dan doa bersama, disertai membacakan sholawat nabi yang berpusat di masjid Al Munawarah.

Jaka Pramono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *