Sembilan Korban Keracunan di Rowobelang Batang Masih dirawat, Polisi Dalami Kasus Tersebut

Batang, KabarTerkiniNews.co.id – Kasus keracunan massal di desa Rowobelang kabupaten Batang pada selasa siang kemarin, masih di dalami pihak kepolisian. Hingga Rabu (23/9) siang, setidaknya masih ada 9 korban keracunan yang masih di rawat di RSUD Kalisari Batang.

Pihak manajemen rumah sakit menyebut, sejak Selasa dini hari hingga Selasa malam, pihaknya menangani 34 plus 1 pasien korban dugaan keracunan tersebut. Sebagian sudah dipulangkan, sementara 9 lainnya masih di rawat inap, dengan rincian 6 dewasa dan 3 anak-anak.

Bacaan Lainnya

Sejak terjadinya peristiwa keracunan massal pada Selasa siang, pihak kepolisian Polresta Batang langsung turun tangan untuk mengevakuasi para korban. Barang bukti berupa bubur kacang ijo, roti tawar dan tahu bacem serta muntahan korban sudah diamankan dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.

Kasus keracunan massal ini bermula dari pembagian program makanan tambahan oleh posyandu kepada lansia, balita dan ibu hamil dengan menu bubur kacang ijo, roti tawar dan tahu bacem. Keracunan diduga terjadi karena pembagian makanan yang seharusnya dilakukan pagi hari, namun ditunda menjadi sore hari hingga menyebabkan basi.

Puluhan Lansia dan Balita Alami Keracunan Massal

Puluhan lansia dan balita warga dukuh Rowosuko desa Rowobelang kabupaten Batang, Selasa (22/9) pagi dilarikan ke IGD RSUD Kalisari Batang. Para korban diduga mengalami keracunan massal dengan keluhan pusing dan mual serta diare.

Korban sebelumnya diketahui mengkonsumsi program makanan tambahan atau PMT yang dibagikan oleh kader posyandu pada Senin sore. Makanan tersebut berupa bubur kacang ijo, roti tawar dan tahu bacem.

Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD kalisari, dugaan awal keracunan berasal dari bakteri ecoli yang terdapat dari salah satu makanan yang dikonsumsi para korban.

Diketahui, pembagian makanan program makan tambahan ini seharusnya dibagikan kepada para lansia dan balita pada Senin pagi.

Namun karena ada warga setempat yang meninggal, pembagian makanan akhirnya ditunda hingga sore hari. Na’as, usai menyantap makanan tersebut, warga penerima manfaat langsung mengalami keracunan hingga Selasa siang.

Barang bukti berupa bubur kacang ijo, roti tawar dan tahu bacam yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah diamankan pihak kepolisian untuk dilakukan uji laboratorium.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *