Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Pembuatan Pupuk Hayati Cair Ramah Lingkungan

Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Komitmen mewujudkan ketahanan pangan berbasis masyarakat terus diwujudkan melalui Program GERAPAN (Gerakan Rakyat Tanam Pangan) yang digagas mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta Kelompok AA.84.210 bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Karangampel. Kegiatan yang dipusatkan di rumah Kepala Dusun Karangampel, Akbar Setiawan, ini menjadi langkah nyata dalam membangun pertanian organik yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Salah satu agenda utama kegiatan adalah pelatihan pembuatan pupuk hayati cair, yang menghadirkan Edy Gores, pemerhati lingkungan dan pertanian, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Edy menjelaskan bahwa pupuk hayati cair dapat dibuat dengan memanfaatkan berbagai bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan, seperti aneka buah-buahan, daun-daunan, serta buah maja yang memiliki kandungan alami yang bermanfaat dalam proses fermentasi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, setiap jenis buah memiliki kandungan unsur hara, vitamin, enzim, dan mikroorganisme yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Melalui proses fermentasi menggunakan starter teknologi nano yang ramah lingkungan, bahan-bahan tersebut mampu menghasilkan pupuk hayati berkualitas tinggi yang aman bagi tanah maupun tanaman.

“Banyak manfaat yang diperoleh dari hasil fermentasi pupuk hayati ini. Dengan starter teknologi nano yang ramah lingkungan, mikroorganisme berkembang lebih optimal sehingga mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman secara alami,” ujar Edy Gores.

Materi Pembuatan Pupuk Hayati Cair
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari teori hingga praktik langsung, meliputi:
Pemilihan bahan baku lokal berupa buah-buahan matang, daun hijau, dan buah maja.
Pengenalan fungsi masing-masing bahan sebagai sumber nutrisi dan mikroorganisme alami.
Proses penyaringan buah maja untuk memperoleh sari buah yang membantu mempercepat fermentasi.

Pencampuran bahan dengan starter fermentasi berbasis teknologi nano.
Teknik fermentasi dalam wadah tertutup selama minimal tiga minggu hingga mikroorganisme berkembang secara maksimal.

Cara penyaringan, penyimpanan, dan aplikasi pupuk hayati cair pada tanaman

Pupuk hayati cair yang dihasilkan mengandung mikroorganisme bermanfaat yang berfungsi memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas biologis tanah, membantu penyerapan unsur hara, merangsang pertumbuhan akar, mempercepat pembungaan dan pembuahan, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit.

Seluruh peserta, mulai dari anggota KWT Karangampel, mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta, hingga masyarakat sekitar, mengikuti praktik pembuatan pupuk dengan penuh antusias. Hasil pupuk nantinya akan diaplikasikan pada budidaya stroberi dan cabai organik sebagai bagian dari implementasi Program GERAPAN.

Penanggung jawab kegiatan, Gadi Nandana ,Dewi Kumala,Satria Darma ,didampingi Pramudita menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan bantuan bibit cabai dan stroberi kepada masyarakat, tetapi juga membekali warga dengan pengetahuan agar mampu memproduksi pupuk organik sendiri menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Harapannya masyarakat tidak lagi bergantung pada pupuk kimia. Dengan teknologi sederhana yang mudah diterapkan, warga dapat menghasilkan pupuk hayati sendiri sehingga pertanian menjadi lebih sehat, hemat biaya, dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, penggerak dan Ketua KWT Karangampel, Befus Feni Efyanti mengaku sangat bersyukur atas ilmu yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Edy Gores dan mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta yang telah berbagi ilmu serta teknologi pembuatan pupuk hayati cair. Pengetahuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mengembangkan pertanian organik di Dusun Karangampel,” tuturnya.

Kepala Dusun Karangampel, Akbar Setiawan, berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian ramah lingkungan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga menjadi program berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anggota Kelompok Wanita Tani, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Dusun Karangampel,” pungkasnya.

Nurul Abadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *