Bekasi, KabarTerkiniNews.co.id – Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan simulasi terhadap sistem persinyalan kereta api sebagai bagian dari investigasi pascainsiden kecelakaan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Kementerian Perhubungan mendukung penuh proses investigasi dan simulasi yang dilakukan KNKT.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan simulasi persinyalan KNKT dilakukan untuk memahami kemungkinan penyebab teknis, khususnya terkait fungsi dan respons sistem persinyalan saat kejadian. “Hasil simulasi menjadi bahan penting dalam mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan serta potensi kelemahan system,” tutur Menhub Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
KNKT sendiri telah menekankan bahwa proses investigasi dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan berbasis data lapangan. Untuk itu, juga Kemenhub berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil investigasi guna meningkatkan keselamatan operasional perkeretaapian. “Kami tekankan kembali bahwa aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” lanjut Menhub Dudy.
Sebelumnya, Menhub Dudy telah menyampaikan perkembangan penanganan serta layanan kereta api pascainsiden kecelakaan yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Hingga siang tadi, sebanyak 106 penumpang menjadi korban, dengan 91 penumpang luka-luka dan 15 penumpang meninggal dunia. Dari 91 penumpang luka-luka, 38 penumpang sudah diperbolehkan pulang.
Sementara informasi dari PT Kereta Api Indonesia, pemulihan operasional kereta api pada jalur hilir telah dibuka pada Selasa (28/4) dini hari. Lalu pada Rabu dini hari (29/4), jalur hulu telah bersih dari puing-puing. Siang tadi, Menhub Dudy juga sempat menaiki KRL dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Cikarang dalam rangka uji coba pembukaan kembali jalur yang sebelumnya terdampak insiden kecelakaan.
KabarTerkiniNews.co.id







