Kakorlantas Ajak Ojek Online Tertib dan Utamakan Keselamatan, ETLE jadi Andalan

Sukabumi, KabarTerkiniNews.co.id – Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menegaskan pendekatan humanis dalam pengelolaan lalu lintas dengan mengedepankan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) saat bertemu komunitas ojek online (ojol) di Sukabumi.

Dalam kegiatan bertajuk Polantas Menyapa, Kamis (30/4) Kakorlantas menyampaikan bahwa penegakan hukum berbasis ETLE kini menjadi salah satu strategi utama, seiring perubahan pendekatan Polantas yang tidak lagi mengutamakan penindakan di lapangan.

Bacaan Lainnya

“Kalau dulu pendekatan Polantas itu dengan tilang, sekarang pendekatan Polantas itu dengan hati. Ojol adalah sahabat Polri dan sahabat Polantas,” ujar Irjen Pol. Agus disambut antusias para pengemudi ojol.

Dalam dialog tersebut, Kakorlantas juga menyinggung soal kepatuhan pengendara.

Saat Kakorlantas menanyakan apakah ada pengemudi ojol yang pernah ditilang, para peserta serempak menjawab tidak.

Kakorlantas pun langsung menegaskan pengawasan kini lebih banyak dilakukan melalui sistem ETLE.

“Berarti ETLE ya,” ujarnya, yang sontak disambut tawa para peserta.

Irjen Pol. Agus menegaskan, Polri tidak berorientasi pada penindakan, melainkan pada upaya membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

“Kami tidak bangga menilang, tapi kami bangga ketika masyarakat patuh karena kesadaran sendiri. Semua ini untuk kepentingan keselamatan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar pelanggaran seperti melawan arus tidak lagi dilakukan, karena berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain itu, Kakorlantas menekankan pentingnya kemitraan antara Polri dan komunitas ojol. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran strategis sebagai sumber informasi di lapangan sekaligus mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.

“Rekan-rekan adalah pahlawan keselamatan. Teman-teman Polri di jalan yang bisa selalu menyampaikan informasi terkait situasi di lapangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kakorlantas juga mengapresiasi terbentuknya berbagai komunitas ojol di Sukabumi, seperti GOCIP, Solidaritas Ojek Grab (SOG), BOSTER, hingga Lady Grab, yang dinilai telah menjalin komunikasi baik dengan kepolisian.

Ke depan, Polri membuka peluang pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara sebagai wadah kolaborasi yang lebih luas antara komunitas ojol dan kepolisian.

Lebih lanjut, Irjen Pol. Agus menegaskan kembali komitmen Polri mewujudkan lalu lintas aman dan selamat, dengan mendorong target zero accident bagi pengemudi ojol.

“Kami ingin tidak ada lagi ojol yang terlibat kecelakaan dan tidak ada pelanggaran. Mari kita jaga keselamatan bersama,” pungkasnya.

KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *