Sambut Tradisi Suro di Puncak Lawu, PUD Aneka Usaha Karanganyar Pastikan Jalur Cetho dan Cemoro Kandang Siap Layani Ribuan Pendaki

KARANGANYAR, Kabarterkininews.co.id– Menyambut datangnya Bulan Suro atau Tahun Baru Islam, gelombang pendakian ke puncak Gunung Lawu diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan. Fenomena tahunan ini didorong oleh animo masyarakat yang tinggi untuk melakukan pendakian, baik untuk tujuan wisata alam maupun ritual spiritual di gunung suci tersebut.

​Mengantisipasi lonjakan tersebut, Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar selaku pengelola pos pendakian memastikan kesiapan penuh operasional di dua jalur utama yang berada di wilayah Jawa Tengah, yakni jalur Candi Cetho di Kecamatan Jenawi dan jalur Cemoro Kandang di Kecamatan Tawangmangu.

​Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi, menegaskan bahwa seluruh pos pendakian dan personel akan beroperasi optimal selama Bulan Suro untuk melayani para pendaki.

​”Seluruh layanan pendakian tetap berjalan normal dan optimal. Kami siap melayani masyarakat yang ingin mendaki, baik untuk menikmati keindahan alam maupun yang hendak berziarah ke puncak Lawu selama Bulan Suro,” ujar Samidi kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Sinergi Keamanan dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

​Guna menjamin keselamatan dan kenyamanan, PUD Aneka Usaha Karanganyar tidak bekerja sendiri. Mereka bersinergi dengan Perum Perhutani KPH Surakarta, BPBD Karanganyar, serta berbagai organisasi relawan lokal seperti Anak Gunung Lawu (AGL), LMDH Ceto, dan SAR.

​Puluhan personel gabungan disiagakan secara berlapis, mulai dari pintu masuk (basecamp) hingga pos-pos pemantauan di sepanjang jalur pendakian. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan sekaligus mempercepat respon penanganan jika terjadi kondisi darurat di kawasan gunung.

​Selain kesiapan personel, pengelola juga mengeluarkan sejumlah imbauan keras mengingat Bulan Suro tahun ini bertepatan dengan puncak musim kemarau.

​”Kami meminta para pendaki mempersiapkan fisik secara matang dan membawa perlengkapan yang memadai. Cuaca di puncak Lawu saat kemarau sangat dingin atau biasa disebut bediding. Pendaki wajib membawa pakaian hangat, jaket gunung, sleeping bag, serta perbekalan logistik yang cukup,” tandas Samidi.

Aturan Ketat bagi Pendaki

​Demi ketertiban dan kelestarian alam, beberapa aturan ketat diberlakukan:

  1. Registrasi Resmi: Seluruh pendaki wajib melakukan registrasi resmi atau Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) di basecamp dan mematuhi jam turun yang ditetapkan.
  2. Larangan Api Unggun: Mengingat tingginya risiko kebakaran hutan saat kemarau, pendaki dilarang keras membuat api unggun atau perapian sembarangan.
  3. Etika dan Sampah: Pendaki diimbau menjaga kesopanan, menghormati tradisi/ritual masyarakat setempat, dan wajib membawa turun kembali seluruh sampah mereka.

​”Kami menyambut baik kedatangan para pendaki, namun keselamatan adalah yang utama. Kami meminta semua pihak bekerja sama dengan mematuhi instruksi petugas di lapangan,” pungkasnya. ( Heru W/KTN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *