Penderita Obesitas Bed Rest Sejak Desember 2025, Keluarga Kesulitan Penuhi Biaya Perawatan

Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Kondisi kesehatan Mujahidin (25), seorang pria asal Dukuh Karagan Selatan, desa Gandarum menderita obesitas dengan berat badan sekitar 180 kg kini hanya bisa berbaring di atas kasur yang ditempatkan di ruang tamu milik keluarganya untuk mempermudah perawatan. Mujahidin sudah bed rest sejak Desember 2025. Akibat terlalu lama berbaring, Mujahidin mengalami luka dekubitus atau luka tekan yang cukup parah di bagian punggung dan dada.

Menurut keterangan sang kakak yaitu Romadhon, kondisi Mujahidin semakin melemah dalam dua bulan terakhir sehingga membutuhkan perawatan intensif. Luka dekubitus yang dialaminya memerlukan pembersihan rutin setiap hari untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

Bacaan Lainnya

Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan. Mujahidin sempat menjalani perawatan selama dua minggu di RSUD Kajen. Setelah kembali ke rumah selama sekitar satu minggu, ia kembali dirawat di RSI Pekajangan selama lima hari untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Namun, proses perawatan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk satu kali tindakan pembersihan luka, keluarga harus menyiapkan dana sekitar Rp400.000 hingga Rp500.000. Karena tindakan tersebut dilakukan setiap hari, biaya yang harus ditanggung keluarga pun terus bertambah.

Kondisi Mujahidin tentunya membutuhkan perawatan medis yang lebih intensif. Oleh karena itu, perawatan medis yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak dinilai penting untuk membantu proses pemulihan pasien. Untuk itu apabila ada yang berkenan membantu meringankan beban keluarga bisa menghubungi nomor WhatsApp 0858-4235-5953 a.n Sabar

Keluarga mengaku cukup kesulita untuk memenuhi kebutuhan biaya perawatan yang diperlukan. Meski demikian, mereka terus berupaya memberikan penanganan terbaik bagi Mujahidin agar kondisinya dapat berangsur membaik.

Sementara itu, Dinas Kesehatan melalui puskesmas setempat turut memberikan pendampingan kepada keluarga. Penanganan medis saat ini masih mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh RSI Pekajangan, dengan pemantauan lanjutan dari tenaga kesehatan.

Keluarga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan puskesmas yang telah memberikan perhatian serta pendampingan. Mereka juga berharap adanya dukungan dari masyarakat untuk membantu meringankan beban perawatan yang harus dijalani Mujahidin.

Kepala Puskesmas Kajen II, Zamronah, S. ST., Bdn. yang datang dan melihat langsung kondisi kesehatan Mujahidin pada Senin, (22/06/2026) pagi di Dukuh Karagan Selatan, Desa Gandarum, Kecamatan Kajen. Pihaknya mengatakan mulai menangani kasus tersebut setelah menerima laporan dari pemerintah desa terkait kondisi Mujahidin yang baru saja dipulangkan dari Rumah Sakit Islam (RSI) Pekajangan setelah menjalani perawatan selama lima hari.

Menurut Zamronah, pihak desa meminta bantuan dan solusi terkait kelanjutan perawatan pasien mengingat kondisi kesehatan yang masih memerlukan perhatian khusus.

“Setelah kami melihat langsung kondisinya, secara umum kondisi tubuh pasien sudah mulai membaik. Namun luka-luka yang dialami masih membutuhkan perawatan rutin dan berkelanjutan karena pasien merupakan penderita obesitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Mujahidin dijadwalkan menjalani kontrol rawat jalan di RSI Pekajangan pada 24 Juni mendatang. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi tim puskesmas Kajen II dalam menentukan langkah tindak lanjut bersama Dinas Kesehatan.

Selain mengalami obesitas, Mujahidin juga menderita luka dekubitus atau luka akibat tekanan berkepanjangan karena terlalu lama berbaring. Kondisi tersebut diperparah dengan anemia yang diduga dipicu oleh kurangnya asupan makanan.

“Pasien juga mengalami anemia. Berdasarkan informasi yang kami terima, sebelumnya sudah mendapatkan transfusi darah saat menjalani perawatan di RSI,” kata Zamronah.

Saat dipulangkan dari rumah sakit, kadar hemoglobin (Hb) Mujahidin tercatat sekitar 7,3 gram per desiliter, yang menunjukkan kondisinya masih memerlukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut.

Puskesmas Kajen II berkomitmen untuk terus mendampingi proses perawatan Mujahidin melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi medis yang dialaminya.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *