Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Sebuah kasus yang diduga melibatkan penyalahgunaan akun MyPertamina menjadi perhatian publik. Seorang warga Kota Pekalongan yang meminta identitas lengkapnya dirahasiakan dan dalam pemberitaan ini disebut Edy, mengaku kehilangan kuota BBM subsidi secara misterius. Akibat kejadian tersebut, ia mengklaim mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Peristiwa itu bermula ketika Edy bersama keluarganya melakukan perjalanan menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, pada 17 Juni 2026 untuk mengantar anaknya mengikuti kegiatan retreat meditasi.
Usai mengantar sang anak, Edy melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Dalam perjalanan tersebut, ia sempat mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Jalan Raya Puncak menggunakan barcode MyPertamina yang terhubung dengan kendaraan bernomor polisi H 1660 UR.
“Jadi tanggal 17 Juni 2026 saya dan keluarga menuju Puncak Cipanas untuk mengantar anak saya retreat meditasi. Setelah itu saya menuju Jakarta dan mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Jalan Raya Puncak menggunakan barcode mobil saya H 1660 UR, kemudian melanjutkan perjalanan dan menginap di rumah kakak saya di daerah Kapuk Muara,” ujar Edy saat menghubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (5/7/2026).
Namun, sekitar sebelas hari kemudian, Edy mengaku dibuat terkejut ketika hendak mengisi BBM di sebuah SPBU di kawasan Kapuk Muara.
Menurutnya, pada Minggu, 28 Juni 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, petugas SPBU menyampaikan bahwa kuota BBM subsidi yang terhubung dengan akun MyPertamina miliknya telah habis digunakan.
“Saya mau mengisi bahan bakar, tetapi petugas mengatakan kuota saya sudah habis. Petugas kemudian menunjukkan nomor SPBU yang muncul di mesin mereka, yaitu SPBU 3416905,” katanya.
Merasa ada kejanggalan, Edy kemudian menelusuri nomor SPBU tersebut melalui Google Maps. Dari hasil pencarian, lokasi transaksi diduga berada di sekitar ruas Tol Jagorawi.
Yang membuatnya semakin bingung, riwayat transaksi menunjukkan barcode MyPertamina miliknya telah digunakan sekitar pukul 04.00 WIB dini hari, padahal ia mengaku tidak pernah melakukan pengisian BBM di lokasi maupun pada waktu tersebut.
“Saya tidak pernah mengisi BBM di sana pada jam itu. Saya baru tahu setelah hendak mengisi di Kapuk Muara,” ungkapnya. Tidak hanya sekali, Edy mengaku kejadian serupa kembali dialaminya ketika hendak membeli BBM di salah satu SPBU di Kota Pekalongan.
“Sampai semalam saat saya mau mengisi di SPBU Pekalongan, kartu MyPertamina saya ternyata kembali sudah terpakai dengan kasus yang sama sekitar pukul 03.00 dini hari,” tuturnya.
Atas kejadian tersebut, Edy menduga barcode atau akun MyPertamina miliknya telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui bagaimana dugaan penyalahgunaan itu bisa terjadi.
Akibat insiden tersebut, Edy mengklaim mengalami kerugian hingga jutaan rupiah dan berharap pihak terkait dapat segera melakukan investigasi terhadap riwayat transaksi akun MyPertamina miliknya.
“Saya berharap ada solusi dari Pertamina dan pihak berwenang agar kasus ini bisa diusut. Jangan sampai masyarakat lain mengalami kejadian yang sama,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, maupun pengelola SPBU yang disebutkan dalam pengakuan korban mengenai dugaan penyalahgunaan barcode MyPertamina.
Kermit








