Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Kebakaran lahan tebu seluas kurang lebih 10 hektare melanda tanah bengkok di Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa yang sempat mengancam pemukiman warga di sekitar lokasi kejadian tersebut berhasil ditangani berkat kesigapan aparat kepolisian, petugas pemadam kebakaran, serta warga setempat.
Lahan tebu yang terbakar diketahui digarap oleh Hariyanto (48), seorang perangkat desa yang menyewa tanah bengkok tersebut untuk ditanami tebu dan sedang dalam masa panen. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, yakni Waljiyono (54) yang sedang memenen tebu, api pertama kali terlihat dari kepulan asap di area lahan yang berbatasan langsung dengan wilayah Serut, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melihat api yang mulai membesar dan merembet, saksi lain bernama Suratno (58) bersama warga yang bermukim di dekat lokasi langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Mengingat luasnya area yang terbakar serta potensi bahaya bagi pemukiman di Desa Kragilan, Gantiwarno, dan Desa Karangpadang, Serut, DIY, warga segera menghubungi Polsek Gantiwarno dan Dinas Pemadam Kebakaran Klaten.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran bersama petugas BPBD Klaten langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pendinginan dan pemadaman secara menyeluruh. Sementara itu, jajaran Polsek Gantiwarno yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengamankan jalannya proses pemadaman, mendata saksi-saksi, serta melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan.
Kapolres Klaten melalui Kasihumas Polres Klaten AKP Suwoto mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan adanya kebakaran lahan di wilayah Gantiwarno tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan seiring dengan kondisi cuaca panas selama musim kemarau panjang.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu titik api, mengingat kondisi cuaca kemarau yang sangat rentan memicu kebakaran lahan dan hutan,” ujar AKP Suwoto.
Hingga saat ini, kerugian materiil akibat peristiwa kebakaran lahan tebu tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp150 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan situasi di lokasi kejadian kini telah berhasil dikendalikan berkat kerja sama cepat antara aparat kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat.
KabarTerkiniNews.co.id






