Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, atau Kepala Bappenas RI di Yayasan Edu Farmers International (Edufarmers) meninjau pengembang pertanian berbasis AI, Sabtu (22/08) Siang.
Menteri PPN/ Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy dalam kunjungannya mengatakan, pentingnya inovasi terapan dalam mendukung teknologi ketahanan pangan nasional yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
” Ini merupakan harapan baru, pengembangan baru bagi pertanian kita, bagi swasembada pangan, yang berkesinambungan, teknologi yang di kembangkan saat ini, bisa menjawab berbagai tantangan,” Katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Rachmat Pambudy menyaksikan ekosistem solusi pertanian presisi yang mengintegrasikan pengujian fisik tanah hingga analisis berbasis kecerdasan buatan (AI).
” Aplikasi yang mengembangkan kecerdasan buatan, harus terus dilatih dan terlatih, sehingga jika terjadi perubahan iklim akan dapat tertandai dan mempengaruhi masa tanam hingga panen yang sangat menguntungkan,” Tuturnya.
Menteri PPN menegaskan pentingnya inovasi terapan dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang produktif, efisien, dan berkelanjutan, pihaknya mengapresiasi inovasi berbasis data, yang langsung diimplementasikan secara langsung di lapangan.
” Ini merupakan harapan baru, pengembangan baru bagi pertanian kita, bagi swasembada pangan, yang berkesinambungan, teknologi yang di kembangkan saat ini, bisa menjawab berbagai tantangan,” Katanya.
Dijelaskan Menteri, hal ini membuktikan bahwa kolaborasi erat riset terapan sektor swasta, dan pemerintah mampu menerjemahkan kebijakan strategis nasional menjadi solusi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya.
” Apa yang ditunjukkan Edufarmers di Research Center Klaten membuktikan bahwa kolaborasi erat antara riset terapan, sektor swasta, dan pemerintah mampu menerjemahkan kebijakan strategis nasional menjadi solusi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh petani,” Ujarnya
Pendekatan pertanian berbasis teknologi digital turut ditampilkan, seperti Soil Test Kit, yaitu alat uji tanah portabel yang telah diuji di lebih dari 200 demplot untuk mengukur pH, hara NPK, C-organik, dan salinitas tanah secara cepat. Alat ini dipadukan dengan Pak Dayat AI, asisten pertanian berbasis WhatsApp yang memberikan rekomendasi pemupukan secara praktis.
CEO Yayasan Edu Farmers Amri Ilmma, mengungkapkan, Seluruh inovasi tersebut hasil dari tim riset di Edufarmers yang telah menjalankan lebih dari 100 siklus riset pada komoditas padi, jagung, cabai, dan bawang merah sejak 2022. Aris menyampaikan bahwa kombinasi alat uji tanah dan panduan digital mempermudah pengolahan lahan harian.
” Melalui riset terapan dan teknologi yang mudah diakses, kami memastikan setiap inovasi benar-benar memberikan dampak ekonomi dan keberlanjutan bagi petani,” ujarnya.
Langkah ini, Terang Amri, mendukung peran Edufarm sebagai mitra pelaksana yang menghubungkan kebijakan makro pemerintah dengan kebutuhan aktual di tingkat tapak. Ekosistem teknologi ini pun telah digunakan oleh petani lokal. Perwakilan Pelopor Tani
“Edufarmers berkomitmen menjadi mitra pelaksana yang menjembatani kebijakan makro Pemerintah dengan kebutuhan riil di lapangan,” Pungkasnya.
Turut hadir akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS).
Kunjungan ini pun mempertegas pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan lembaga donor global untuk memperluas cakupan teknologi pertanian berbasis bukti (evidence-based solution) demi terwujudnya ketahanan pangan nasional yang tangguh.
Tentang Yayasan Edu Farmers International (Edufarmers)
Edufarmers adalah organisasi nirlaba yang berkomitmen memperkuat ketahanan pangan melalui empat pilar utama : Ketersediaan, keberlanjutan, akses, dan pemanfaatan. Melalui program inovatif, Edufarmers membekali petani dengan pengetahuan dan teknologi untuk membangun sistem pangan yang tangguh dan komunitas yang lebih sehat.
Edufarmers berkomitmen menciptakan masa depan di mana semua anak tumbuh sehat dan setiap petani sejahtera.
Prabowo Aji







