SRAGEN, KABAR TERKINI NEWS – Kekeringan mulai dirasakan warga Dukuh Grengseng, Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. Selama sekitar dua bulan terakhir, warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus mencari sumber air dari sumur yang masih memiliki cadangan. Namun, ketika sumur mengering, warga terpaksa membeli air untuk kebutuhan rumah tangga.
Salah seorang warga RT 01 Dukuh Grengseng, Hartanto, mengatakan kondisi kekeringan membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air.
“Untuk kebutuhan air, warga mencari di sumur-sumur yang masih ada sumber airnya, namun sering habis. Terpaksa kami membeli air galon isi 14 liter dengan harga empat ribu rupiah per galon setiap hari,” ujarnya.
Di RT 01 sendiri tercatat terdapat sekitar 32 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 80 jiwa yang terdampak kondisi kekurangan air tersebut.
DIMSA Salurkan 8.500 Liter Air Bersih
Di tengah kesulitan tersebut, Pondok Pesantren Darul Ikhsan Muhammadiyah atau DIMSA Sragen menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Sebanyak 8.500 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga di tiga RT, yakni RT 01, RT 11, dan RT 12, Dukuh Grengseng, Desa Poleng, Kecamatan Gesi.
Air bersih yang didistribusikan kemudian ditampung di tandon. Selanjutnya, air dialirkan ke rumah-rumah warga melalui jaringan pipa sehingga masyarakat lebih mudah mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari.
Aksi tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial para santri DIMSA. Pendamping Pondok Pesantren DIMSA, Kristanto, mengatakan bantuan air bersih tersebut berasal dari donasi para santri.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kekurangan air, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para santri.
Para santri diajak untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus belajar membangun empati dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Kekeringan Mulai Meluas di Sragen
Krisis air bersih di wilayah Gesi bukan persoalan baru pada musim kemarau tahun ini. Pada Juli 2026, Desa Poleng telah diberitakan sebagai salah satu wilayah yang mengalami krisis air bersih di Kecamatan Gesi.
Perkembangan terbaru juga menunjukkan persoalan kekeringan di Kabupaten Sragen semakin meluas. Laporan pada akhir Agustus 2026 menyebut wilayah terdampak kekeringan dan krisis air bersih telah meluas dari dua menjadi lima kecamatan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama bagi masyarakat di wilayah yang sumber airnya sangat bergantung pada sumur dan sumber air lokal.
Tidak Hanya Air Bersih
Selain membantu warga terdampak kekeringan, kegiatan sosial para santri DIMSA juga diwujudkan melalui pembagian bahan pangan.
Sebelumnya, para santriwati DIMSA membagikan 142 paket sayuran gratis kepada warga di depan Masjid Jami’ Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya para santri untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Bagi warga Dukuh Grengseng, bantuan air bersih menjadi sangat berarti di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas.
Di saat kemarau membuat air semakin sulit diperoleh, setiap tetes air menjadi kebutuhan penting bagi kehidupan sehari-hari.
Heru / Kabar Terkini News





