Boyolali, KabarTerkiniNews.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Boyolali melepas secara simbolis puluhan armada truk tangki air bersih dari halaman Kantor Bupati Boyolali, Kamis (3/9/2026). Bantuan tersebut disalurkan untuk menanggulangi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Boyolali.
Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan ke seluruh kecamatan yang mengajukan permohonan bantuan.
Saat ini, sedikitnya 11 kecamatan terdampak kekeringan, dengan kondisi paling parah terutama terjadi di kawasan lereng Gunung Merapi dan wilayah Boyolali bagian utara.
“Kita kirim bantuan ke semua kecamatan yang membutuhkan air bersih. Warga di beberapa titik, terutama di lereng Merapi dan wilayah utara, memang sangat kesulitan mendapatkan air. Aksi ini merupakan wujud kolaborasi antar-stakeholder di Kabupaten Boyolali,” ujar Agus seusai melepas iring-iringan truk tangki.
Agus mengatakan, Pemkab Boyolali menyadari bahwa penyaluran air menggunakan truk tangki hanya menjadi solusi darurat untuk mengatasi kekeringan yang terjadi setiap tahun.
Karena itu, Pemkab Boyolali telah mengusulkan solusi jangka panjang kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat, yakni memanfaatkan sumber air dari Embung Senjoyo yang berada di Kabupaten Semarang.
Menurut Agus, pemanfaatan pasokan air dari Embung Senjoyo menjadi salah satu solusi jangka panjang yang paling memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Boyolali bagian utara.
“Usulan sudah kita layangkan ke tingkat provinsi dan pusat, saat ini kami masih menunggu respons resminya. Kami akan terus mengawal ini,” katanya.
Agus juga mengapresiasi sinergi TNI, Polri, dan PMI yang turut membantu masyarakat Boyolali yang terdampak kekeringan.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Boyolali Sunarno mengatakan, total bantuan yang disiapkan mencapai 81 tangki air bersih. Namun, penyaluran dilakukan secara bertahap karena keterbatasan armada.
“Target keseluruhan ada 81 tangki air. Hari pertama ini baru 27 tangki yang kita berangkatkan secara bersamaan dari halaman kantor bupati. Sisanya akan disalurkan secara bertahap mulai besok hingga kuota terpenuhi secepatnya,” kata Sunarno.
Penentuan titik distribusi dilakukan berdasarkan pemetaan permohonan bantuan yang masuk dari masyarakat. Wilayah Boyolali bagian utara menjadi prioritas karena kondisi kekeringan di kawasan tersebut dinilai paling kritis.
Untuk distribusi pada Kamis (3/9/2026), terdapat lima kecamatan dan 14 desa yang menjadi sasaran penyaluran. Kelima kecamatan tersebut yakni Tamansari, Musuk, Wonosamudro, Wonosegoro, dan Juwangi.
Sunarno mengatakan, penyaluran air bersih tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI yang diperingati setiap 17 September.
“Adapun aksi penyaluran air bersih ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI yang diperingati setiap tanggal 17 September,” tuturnya.
Hingga saat ini, distribusi air bersih telah dilakukan ke 11 kecamatan, 32 desa/kelurahan, dan 95 dukuh di Kabupaten Boyolali.
Taufik Irvani





