Pemalang, KabarTerkiniNews.co.id – Baru hitungan bulan dikerjakan, jalan bernilai miliaran rupiah di Kabupaten Pemalang mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Beton sayap jalan di sekitar jembatan bahkan dilaporkan amblas, memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: bagaimana kualitas pekerjaan proyek yang menggunakan uang APBD tersebut?
Kerusakan itu ditemukan pada proyek infrastruktur ruas Jalan Kabupaten Iser–Kendalsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, yang bersumber dari APBD Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2026.
Temuan tersebut terlihat di wilayah Desa Kendalsari pada Jumat Siang (4/9) kemarin . Yang menjadi sorotan warga adalah bagian beton sayap jalan di dekat jembatan. Struktur tersebut terlihat mengalami penurunan hingga membuat sebagian beton tampak amblas.
Beton sayap jalan jeblos
Warga setempat, Kamit, mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut diduga berkaitan dengan adanya bagian sekitar satu meter yang tidak tertangani ketika pekerjaan pembangunan talud dilakukan. Menurut dia, kondisi tersebut membuat bagian beton sayap seperti kehilangan tumpuan hingga akhirnya mengalami penurunan.
“Mas, bagian beton sayap dekat jembatan itu ada yang jeblos. Kemarin saat pembangunan talud, bagian itu sepertinya tidak dikerjakan, sehingga sayap beton seperti menggantung dan akhirnya amblas,” ungkap Sunaryo kepada media.
Kondisi itu pun menimbulkan kekhawatiran warga, terlebih lokasi kerusakan berada di sekitar jembatan yang menjadi bagian dari konstruksi jalan.
Bukan cuma amblas , permukaan beton juga disorot
Sorotan warga ternyata tidak berhenti pada beton sayap jalan. Sejumlah bagian permukaan beton di sepanjang ruas jalan tersebut juga menjadi perhatian. Warga menduga proses pemadatan pada titik tertentu belum maksimal. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak yang berkompeten.
Dari pantauan media di lokasi pada Jumat Siang, sejumlah bagian beton terlihat mulai mengelupas, akibatnya material menjadi pasir dan berdebu. Pada beberapa titik juga tampak permukaan beton mengalami pengelupasan. Kondisi tersebut terlihat di beberapa bagian ruas jalan wilayah Kendalsari, mulai dari arah utara hingga kawasan Tugu Sepeda Onthel.
Proyek baru kok sudah rusak ?
Munculnya kerusakan pada proyek yang masih relatif baru tentu menjadi perhatian. Pasalnya, pembangunan tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Pemalang, yang pada akhirnya merupakan bagian dari uang publik untuk menyediakan infrastruktur yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.
Karena itu, warga berharap kerusakan yang muncul tidak sekadar ditambal, tetapi terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Apakah kerusakan tersebut terjadi akibat kondisi lapangan, faktor teknis, proses pengerjaan, atau sebab lainnya? Jawaban tersebut penting agar publik tidak hanya mengetahui bahwa kerusakan akan diperbaiki, tetapi juga memahami mengapa kerusakan bisa muncul ketika proyek masih tergolong baru.
Pelaksanaan masih dalam masa perawatan
Awak Media kemudian mencoba meminta konfirmasi kepada pihak pelaksana melalui pesan singkat WhatsApp. Ahmad Sofiyan menyampaikan bahwa pihaknya akan mengecek lokasi yang dimaksud dan melakukan penanganan apabila terdapat bagian pekerjaan yang perlu diperbaiki.
“Ya Pak, yang sebelah mana dan di desa apa ya? Nanti biar ada perawatan karena masih dalam masa perawatan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proyek masih berada dalam masa perawatan. Dengan demikian, publik kini menunggu tindak lanjut konkret dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.
DPUTR Pemalang diminta turun cek langsung
Warga berharap DPUTR Kabupaten Pemalang tidak tinggal diam dan segera melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jalan tersebut.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kualitas konstruksi, kondisi struktur beton, proses pemadatan, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Sebab, persoalan infrastruktur bukan hanya tentang jalan yang terlihat mulus ketika baru selesai dibangun.
Yang jauh lebih penting adalah seberapa kuat jalan tersebut bertahan setelah digunakan masyarakat. Apalagi ketika proyek dibangun menggunakan anggaran daerah dengan nilai miliaran rupiah. Masyarakat tentu berharap setiap rupiah anggaran yang digelontorkan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang kuat, aman, berkualitas, dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Kini bola berada di tangan pihak terkait. Akankah bagian jalan yang amblas segera diperbaiki? Apa penyebab sebenarnya? Dan bagaimana hasil pemeriksaan teknis terhadap proyek tersebut? Publik Pemalang masih menunggu jawabannya.
Kermit





